
foto by kreasi AI (AI-generated image)
Oleh Anwar Halim Hasibuan | Mahasiswa semester VI Prodi Komunikasi & Penyiaran Islam STAI Al Fatah
Literasi digital telah menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki masyarakat pada era teknologi informasi. Kehidupan manusia saat ini hampir tidak dapat dipisahkan dari penggunaan perangkat digital.
Aktivitas belajar, bekerja, berbelanja, berkomunikasi, hingga beribadah banyak dilakukan melalui media berbasis internet. Situasi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menggunakan teknologi secara bijaksana merupakan kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Kemampuan literasi digital sangat penting karena masyarakat hidup dalam lingkungan yang dipenuhi oleh berbagai informasi yang tersebar dengan sangat cepat. Setiap hari jutaan informasi diproduksi dan disebarkan melalui internet. Di satu sisi kondisi ini memberikan kemudahan dalam memperoleh pengetahuan, tetapi di sisi lain juga menghadirkan risiko berupa informasi yang tidak akurat, menyesatkan, bahkan berbahaya.
Seseorang yang memiliki kemampuan literasi digital akan lebih mampu melakukan analisis terhadap informasi yang diterima. Ia tidak mudah percaya terhadap berita yang beredar dan memiliki kebiasaan melakukan verifikasi melalui sumber yang kredibel. Kemampuan tersebut sangat penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan individu maupun masyarakat secara luas.
Dalam Perspektif Komunikasi Penyiaran Islam
Dalam disiplin Komunikasi Penyiaran Islam, proses komunikasi tidak hanya bertujuan menyampaikan pesan, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral dan spiritual. Setiap informasi yang disampaikan harus mengandung unsur kebenaran, kemanfaatan, dan tidak menimbulkan kerusakan sosial.
Prinsip ini sejalan dengan konsep komunikasi Islam yang menekankan nilai qaulan sadidan, yaitu perkataan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, literasi digital menjadi instrumen penting dalam mewujudkan komunikasi yang sesuai dengan ajaran Islam.
Di era media sosial, setiap individu pada hakikatnya telah menjadi komunikator sekaligus penyiar informasi.
Setiap unggahan, komentar, maupun konten yang dibagikan memiliki potensi memengaruhi orang lain. Oleh sebab itu, penggunaan media digital harus dilandasi oleh tanggung jawab moral agar teknologi tidak menjadi sarana penyebaran fitnah, kebencian, ataupun informasi yang menyesatkan.
Sebagai Implementasi Nilai Tabayyun
Salah satu konsep penting dalam Islam yang berkaitan dengan literasi digital adalah tabayyun. Tabayyun merupakan upaya mencari kejelasan dan memastikan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain.
Dalam konteks media digital, tabayyun dapat diwujudkan melalui kebiasaan memeriksa sumber berita, membandingkan informasi dengan media yang kredibel, serta menghindari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.
Sikap tersebut menjadi sangat penting mengingat kecepatan penyebaran informasi di era digital sering kali lebih cepat daripada proses verifikasi informasi itu sendiri.
Dengan demikian, literasi digital bukan hanya kebutuhan akademik atau teknologis, tetapi juga merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Islam dalam kehidupan modern.