BASHIRAHNEWS.COM BEKASI — Sinergi strategis antar-perguruan tinggi terus diperkuat demi merespons regulasi nasional. Menjelang pemberlakuan kebijakan Wajib Sertifikasi Halal Oktober 2026, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Bogor bekerja sama dengan Politeknik Bhakti Kartini Bekasi menggelar Seminar Ekonomi Syariah, pada Kamis (02/07).
Mengangkat tema "Siap Wajib Halal Oktober 2026: Dari Kuliner hingga Medis dan Logistik", acara yang berlangsung di Aula Graha Bhakti Kartini Bekasi ini merupakan bentuk tindak lanjut nyata dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua belah pihak.
Ketua STAI Al-Fatah, Wawan Hermawansyah, M.M., S.I., dalam sambutannya menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini harus saling terintegrasi dan tidak boleh berdiri sendiri-sendiri.
Menurutnya, perpaduan disiplin ilmu dari kedua kampus ini sangat relevan dalam mengedukasi masyarakat mengenai ekosistem halal secara menyeluruh.
"Program studi Ekonomi Syariah (Eksyar) di STAI Al-Fatah memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan edukasi syariah kepada masyarakat. Sementara di Politeknik Bhakti Kartini, terdapat prodi Logistik yang sangat krusial untuk menginformasikan kepada publik mengenai pentingnya logistik halal," ujar Wawan.
Lebih jauh, Wawan menegaskan kolaborasi ini tidak akan berhenti pada seremoni seminar saja. Pihak kampus berkomitmen melakukan langkah konkret pasca-acara.
"Kami tidak hanya berhenti di sini, tetapi akan ada tindak lanjut berupa pembinaan langsung terhadap pelaku UMKM yang ada di wilayah Bekasi dan Bogor," tambahnya.
Seminar yang bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa kedua institusi dan terbuka untuk umum ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tinggi. Tampak hadir Ketua dan jajaran Wakil Ketua serta dosen STAI Al-Fatah. Hadir pula Direktur, Wakil Direktur, Kepala Program Studi (Kaprodi), hingga jajaran dosen Politeknik Bhakti Kartini.
Rangkaian acara dikemas menarik, dimulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan hangat dari kedua institusi, hingga penampilan teatrikal musikalisasi puisi oleh mahasiswa STAI Al-Fatah sebelum memasuki sesi diskusi utama.
Untuk mengupas tuntas kesiapan regulasi halal, seminar ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yaitu Parwis, Lc., M.H., Imam Santoso, M.I.Kom., dan Imam Bahwa As-Siddiq, S.E., M.M., dengan dipandu oleh Angga Aminuddin, M.I.Kom. selaku moderator.
Dalam sesi wawancara khusus dengan media Bashirah, salah satu pembicara, Bapak Parwis, Lc., M.H., mengingatkan masyarakat untuk mulai meningkatkan kesadaran selaku konsumen dalam memilah produk konsumsi maupun logistik.
"Kita sebagai konsumen harus aktif memilah produk yang sesuai dengan standar halalnya. Ini merupakan salah satu cara pemerintah, dalam hal ini BPJPH, untuk memastikan produk yang tersebar agar sesuai dengan keyakinan atau tuntutan agama, mengingat mayoritas penduduk di Indonesia adalah Muslim," pungkas Parwis.
Melalui edukasi dan komitmen pembinaan UMKM lintas daerah ini, STAI Al-Fatah dan Politeknik Bhakti Kartini berharap masyarakat dan pelaku usaha di Bogor maupun Bekasi siap menyongsong era wajib sertifikasi halal dengan matang.
