BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR - Suasana Ruang 2 Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fatah tampak ramai sejak Sabtu pagi (4/7). Para pengunjung dari mahasiswa hingga masyarakat sekitar silih berganti memasuki ruang pameran sambil mengamati deretan karya fotografi mahasiswa yang dipajang dengan konsep kreatif. Beberapa di antaranya mengabadikan momen di berbagai spot foto yang telah disediakan.
Antusiasme pengunjung semakin terasa di area "Pojok Jurnalistik" yang menjadi salah satu spot favorit selama pameran berlangsung.
Pameran Foto yang diselenggarakan oleh mahasiswa Semester 4 STAI Al Fatah ini juga merupakan tugas akhir semester sebagai nilai praktek dari mata kuliah Jurnalistik Foto. Dibuka sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, pameran foto tersebut mengusung tema "Bahasa Komunikasi" dengan judul utama yaitu "Seni Menyapa Dunia".
Mengangkat tiga subtema, yaitu Photo Informational, Photo Graphically Appealing, dan Photo Emotional Intimate, pameran ini bertujuan menunjukkan bahwa fotografi tidak hanya menjadi media dokumentasi, tetapi juga sarana komunikasi yang mampu menyampaikan informasi, keindahan visual, serta emosi kepada masyarakat.
Pameran diawali dengan sambutan Ketua Panitia sebagai tanda resmi dibukanya kegiatan sekaligus menyambut para pengunjung. Sebelum memasuki ruang pameran, setiap pengunjung diwajibkan mengambil tiket yang nantinya ditukarkan dengan makanan ringan setelah selesai berkeliling.
Memasuki area pertama, pengunjung disambut deretan foto bertuliskan "Dibuang Sayang" yang menampilkan kumpulan foto angkatan mahasiswa. Selanjutnya, pengunjung diarahkan menuju zona Photo Informational, yang berisi foto-foto jurnalistik bernilai berita.
Karya-karya tersebut dipajang menggunakan bingkai unik berbahan wadah telur yang dirangkai dengan tali sehingga memberikan kesan sederhana namun menarik dan kreatif.
Pada zona berikutnya, pengunjung menikmati Photo Graphically Appealing, yaitu kumpulan foto yang lebih mengutamakan unsur visual, komposisi, dan estetika. Foto-foto tersebut dipajang menggunakan hanger dan tali sehingga menciptakan tampilan yang artistik.
Di bagian tengah ruangan, panitia juga menyediakan penjelasan mengenai ketiga subtema pameran agar pengunjung dapat memahami karakteristik masing-masing jenis fotografi.
Sementara itu, di bagian akhir terdapat "Pojok Jurnalistik", sebuah spot foto yang dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti koran, kardus, dan berbagai aksesori lainnya. Kreativitas penataan tempat tersebut menjadikannya salah satu lokasi yang paling diminati pengunjung untuk berfoto.
Setelah selesai mengelilingi pameran, setiap pengunjung dapat menukarkan tiket yang telah diperoleh sebelumnya dengan makanan ringan, sekaligus mengisi kesan dan pesan sebagai bentuk apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan.
Melalui pameran ini, mahasiswa berhasil menghadirkan ruang apresiasi fotografi yang edukatif, kreatif, dan komunikatif. Melalui karya fotografi tersebut diharapkan mampu menjadi bahasa universal yang menyapa dan menghubungkan banyak orang melalui sebuah gambar. [Iffah Nazhifah]
