![]() |
| Ilustrasi |
Oleh Farhan Mutaqin Mahasiswa Semester VI Prodi komunikasi & Penyiaran Islam STAI Al Fatah
Perkembangan teknologi komunikasi merupakan salah satu faktor utama yang mendorong perubahan dalam kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi memungkinkan proses penyampaian informasi menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.
Jika pada masa awal masyarakat hanya mengandalkan telepon kabel sebagai sarana komunikasi, kini komunikasi dapat dilakukan melalui jaringan seluler dan internet yang mampu menghubungkan orang di berbagai belahan dunia secara real time. Perkembangan tersebut juga memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi, pemerintahan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Perjalanan perkembangan teknologi jaringan komunikasi di Indonesia, dimulai dari telepon kabel (fixed line), kemudian berkembang ke AMPS (Advanced Mobile Phone System), GSM (Global System for Mobile Communication), hingga CDMA (Code Division Multiple Access). Masing-masing teknologi memiliki karakteristik dan perannya tersendiri dalam sejarah telekomunikasi Indonesia.
Telepon kabel menjadi tonggak awal perkembangan komunikasi modern. Teknologi ini ditemukan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876 dan mulai digunakan secara luas sebagai media komunikasi suara melalui jaringan kabel.
Di Indonesia, layanan telepon berkembang sejak masa Hindia Belanda dan terus mengalami perluasan hingga menjadi sarana komunikasi utama sebelum hadirnya telepon seluler. Meskipun kini penggunaannya semakin berkurang, telepon kabel memiliki peran penting dalam membangun infrastruktur telekomunikasi nasional.
Selanjutnya, perkembangan komunikasi bergerak menuju teknologi nirkabel melalui AMPS (Advanced Mobile Phone System). Teknologi analog ini merupakan generasi pertama (1G) yang mulai dikembangkan pada tahun 1980-an dan memungkinkan masyarakat melakukan komunikasi tanpa menggunakan kabel.
Di Indonesia, AMPS digunakan oleh beberapa operator seluler sebelum akhirnya tergantikan oleh teknologi digital karena memiliki keterbatasan pada kualitas suara, kapasitas jaringan, dan keamanan komunikasi.
Kemajuan berikutnya ditandai dengan hadirnya GSM (Global System for Mobile Communication) yang mulai berkembang secara komersial pada awal 1990-an. Di Indonesia, GSM diperkenalkan pada tahun 1993 melalui proyek percontohan di Batam dan Bintan, kemudian diikuti oleh hadirnya operator seperti Satelindo, Telkomsel, dan Excelcomindo.
Teknologi GSM membawa perubahan besar karena menggunakan sistem digital sehingga menghasilkan kualitas suara yang lebih baik, mendukung layanan SMS (Short Message Service), roaming internasional, serta penggunaan kartu SIM. Kehadiran GSM menjadi titik awal meningkatnya penggunaan telepon seluler oleh masyarakat Indonesia.
Selain GSM, berkembang pula teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) yang mulai digunakan secara luas pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Teknologi ini menawarkan kapasitas jaringan yang lebih besar, kualitas suara yang lebih stabil, dan biaya komunikasi yang relatif lebih murah pada masanya.
Beberapa operator di Indonesia pernah mengembangkan layanan berbasis CDMA sebelum akhirnya mengalami penurunan penggunaan karena perkembangan jaringan GSM yang lebih cepat dan lahirnya teknologi 3G, 4G, hingga 5G.
Secara keseluruhan, perkembangan teknologi komunikasi menunjukkan adanya transformasi dari sistem komunikasi berbasis kabel menuju sistem digital dan jaringan seluler yang semakin canggih.
Perkembangan tersebut tidak meningkatkan kualitas komunikasi, tetapi juga membuka peluang lahirnya berbagai inovasi, seperti layanan internet, media sosial, transaksi digital, pembelajaran daring, hingga komunikasi berbasis video. Oleh karena itu, teknologi komunikasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan masyarakat digital di Indonesia.
