BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR – Momentum peringatan Hari Nakba yang menandai 78 tahun pengusiran massal rakyat Palestina menjadi landasan utama Aqsa Working Group (AWG) menggelar seminar yang berlangsung di Aula HB Jassin, Gedung Ali Sadikin Lantai 4, Perpustakaan DKI Jakarta, Kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Ahad (17/5).
Tragedi kemanusiaan yang bermula sejak 1948 tersebut sengaja diangkat kembali untuk menguji efektivitas hukum internasional yang dinilai gagal menghentikan penjajahan hingga hari ini.
Melalui seminar tersebut, AWG menyoroti kegagalan hukum internasional dalam menghentikan penjajahan di Palestina sejak tragedi Nakba 1948, termasuk posisi diplomasi Indonesia pasca munculnya fenomena Board of Peace (BoP).
Acara seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dan para pembicara ahli. Di antaranya adalah Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari, Pembina Utama AWG KH. Imaam Yakhsyallah Mansur, Direktur SKSG UI Prof. Yon Machmudi.
Selai itu turut hadir pula sederet pakar pengamat yaitu, Dosen Senior UI Prof. Suzie Sri Suparin Sudarman. Kepala Dispusip DKI Jakarta Dr. Nasruddin Djoko Surjono, Aktivis Global Freedom Flotilla Wanda Hamidah, serta Direktur Timur Tengah Kemlu RI Ahrul Tsani Fathurrahman.
Ketua Pelaksana Seminar, Khoirunnisa, menyatakan bahwa agenda tahunan ini merupakan wadah penting untuk menjaga ingatan publik global.
"Memperingati hari Nakba sama saja dengan kita memperingati perjuangan orang-orang Palestina. Tahun ini, selain seminar, sebelumnya kami juga mengadakan aksi long march bersama," ujarnya di lokasi acara.
Antusiasme tinggi juga datang dari para peserta luar daerah, salah satunya Syahril Hermansyah asal Bandung. Ia menegaskan pentingnya konsistensi masyarakat dalam mengawal isu kemanusiaan ini.
"Ini adalah salah satu bentuk usaha saya untuk tidak berhenti bicara tentang Palestina. Kita harus terus menyuarakan dan terlibat dalam isu-isu ini," pungkasnya.
Melalui momentum seminar peringatan Hari Nakba tersebut menegaskan kembali pesan kuat kepada publik dunia agar tidak pernah berhenti menyuarakan kemerdekaan bagi Palestina.
