![]() |
| Google luncurkan kacamata pintar berbasis AI yang dikenal sebagai intelligent eyewear. (Foto: Google) |
BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR - Google resmi mengumumkan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang akan dirilis pada musim gugur tahun ini. Produk yang diberi label intelligent eyewear ini akan menantang pasar yang tengah didominasi produk kolaborasi Meta dan Ray-Ban, dikutip CNN Indonesia, Kamis (21/05).
Perangkat keras anyar ini akan berjalan di atas platform Android XR, sebuah ekosistem yang dikembangkan melalui kolaborasi strategis antara Google, Samsung, dan Qualcomm. Senjata utama dari kacamata pintar ini terletak pada integrasi mendalam dengan model AI andalan Google, Gemini, yang berfungsi sebagai asisten virtual responsif langsung di bingkai kacamata.
"Ini adalah waktu yang menarik untuk Android XR, platform yang kami bangun bersama Samsung dan Qualcomm, seiring Gemini terus membuka pengalaman baru di seluruh perangkat headset, kacamata, dan semua yang ada di antaranya," ujar Shahram Izadi, General Manager and Vice President of XR Google, dikutip dari blog resmi Google, Rabu (20/05).
Untuk menyasar berbagai kebutuhan konsumen, Google membagi lini kacamata pintar ini ke dalam dua kategori:
- Audio Glasses : Fokus pada bantuan berbasis suara melalui pengeras suara terintegrasi di dekat telinga.
- Display Glasses : Dilengkapi dengan layar pemantau (display) untuk menampilkan informasi visual secara langsung.
Jenis audio glasses dipastikan akan menyapa pasar terlebih dahulu pada akhir tahun ini. Demi memastikan perangkat ini tetap modis, nyaman, dan estetis untuk penggunaan sehari-hari, Google tidak main-main dengan menggandeng dua produsen kacamata ternama, Gentle Monster dan Warby Parker.
Pada ajang Google I/O 2026, Google sempat memamerkan dua desain awal dari ekosistem ini, yakni varian dengan desain bingkai oval dan desain semi-kotak yang modern.
Tersedi Fitur Canggih Dari Navigasi hingga Fitur 'Nano Banana'
Perangkat audio glasses ini dirancang untuk kemudahan akses. Pengguna cukup menggunakan perintah suara atau ketukan (tap) pada bingkai kacamata untuk mengaktifkan Gemini.
Melalui integrasi ini, pengguna dapat menikmati berbagai fitur futuristik, di antaranya:
- Pemindai Visual: Mengidentifikasi dan menanyakan informasi terkait objek di sekitar secara real-time.
- Navigasi Berbasis Lokasi: Penunjuk arah langsung tanpa perlu melihat layar ponsel.
- Fitur Nano Banana : Memungkinkan penyuntingan foto secara instan.
- Multitasking Latar Belakang: Mendukung integrasi aplikasi pihak ketiga seperti Uber, Mondly, dan Doordash.
Hebatnya lagi, perangkat ini kompatibel dengan sistem operasi Android maupun iOS. Pengguna bisa menerjemahkan percakapan asing secara langsung hingga memesan kopi lewat aplikasi, semua dilakukan tanpa perlu mengeluarkan ponsel dari saku.
Langkah Google ini semakin menegaskan tren baru di Silicon Valley, di mana para raksasa teknologi mulai berambisi menciptakan perangkat AI yang diklaim mampu menggantikan fungsi smartphone.
Ambisi ini sejalan dengan prediksi CEO Meta, Mark Zuckerberg. Pada ajang Meta Connect 2024, Zuckerberg memprediksi bahwa miliaran pengguna kacamata biasa akan bermigrasi ke kacamata pintar dalam waktu dekat.
"Sama seperti semua orang yang beralih ke telepon pintar, saya pikir semua orang yang berkacamata akan segera beralih ke kacamata pintar dalam dekade berikutnya," ungkap Zuckerberg, dikutip Forbes.
Tahun 2026 diprediksi akan menjadi momentum dan titik balik bagi kebangkitan kacamata pintar. Lewat teknologi ini, interaksi manusia dengan AI diproyeksikan menjadi jauh lebih natural, ringkas, dan membebaskan tangan manusia dari ketergantungan pada layar ponsel.
