Oleh Iffah Nazhifah | Mahasiswa Semester IV Prodi komunikasi dan Penyiaran Islam, STAI Al-Fatah
Bagi para wisatawan, pecinta kuliner, apalagi pecinta mie, tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Mie Kocok — kuliner legendaris asal Bandung yang wajib masuk dalam daftar rekomendasi kuliner Anda jika berkunjung ke kota Bandung.
Tak heran jika Mie Kocok banyak diburu para wisatawan maupun masyarakat setempat, karena mie-nya terkenal enak dan memiliki cita rasa khas.
Asal - usul Mie kocok
Mie Kocok adalah warisan kuliner khas Bandung yang menjadi bagian penting dari budaya kuliner Sunda. Jejaknya diyakini ada sejak awal abad ke-20, dan mulai populer di era 1960-an sebagai makanan pedagang kaki lima di sekitar Alun-Alun Bandung dan Jalan Asia Afrika.
Nama "kocok" berasal dari cara memasaknya, yaitu mengocok mie dalam saringan kawat di air panas agar tekstur kenyal dan tidak lengket. Itulah asal usul nama Mie Kocok.
Mie Kocok ini dibuat dari mie kuning yang kenyal, disajikan dengan kuah kaldu sapi yang dimasak lama jadi sangat kental dan gurih. Di atasnya ada irisan kikil atau kaki sapi yang empuk, ditambah tauge yang segar, juga bakso yang lezat.
Biar lebih nikmat, hidangan ini ditaburi dengan irisan seledri segar, daun bawang yang harum, dan juga bawang goreng yang renyah.
Proses pembuatan Mie Kocok
Secara umum dimulai dengan menyiapkan bahan dan bumbu: rebus kikil, tulang atau iga sapi hingga empuk, lalu buang air pertama untuk membersihkannya, kemudian haluskan bawang merah, bawang putih, jahe, serta ketumbar atau kemiri sesuai resep.
Selanjutnya masak kuah kaldu dengan menumis bumbu halus hingga harum, masukkan ke dalam rebusan tulang atau kikil, tambahkan daun salam, daun jeruk, dan serai jika ada, lalu masak lama hingga kuah menjadi kental dan gurih sebelum diberi bumbu penyedap.
Setelah itu siapkan pelengkap dengan merebus atau menyeduh tauge menggunakan air panas, dan inilah bagian yang membuatnya disebut "kocok" – mie kuning dimasukkan ke dalam saringan kawat lalu dikocok-kocok di dalam air panas yang sedang mendidih, agar teksturnya tetap kenyal dan tidak lengket satu sama lain.
Terakhir, sajikan dengan menata mie, tauge, kikil, dan bakso jika ada di dalam mangkuk, siram dengan kuah panas, lalu taburi seledri, daun bawang, dan bawang goreng sebelum disajikan bersama jeruk nipis dan sambal.
Kalau kita males masak atau nggak mau ribet, ada nih beberapa rekomendasi tempat penjual mie kocok! Bandung punya beberapa tempat penjual Mie Kocok legendaris yang sudah jadi ikon kuliner kota tersebut lho.
Mie Kocok Mang Dadeng adalah salah satunya – berdiri sejak tahun 1958, sudah lebih dari enam dekade menjual hidangannya, dan terkenal banget dengan kuah yang sangat kental serta kikil sapi yang empuk hingga mudah hancur di mulut.
Lalu ada Mie Kocok SKM, yang selalu menjaga cita rasa konsisten dengan menggunakan bumbu tradisional murni tanpa tambahan pengawet, jadi banyak yang memilih tempat ini untuk merasakan keaslian rasa Mie Kocok khas Bandung.
Tak ketinggalan Mie Kocok Persib, yang menjadi favorit para suporter klub sepak bola Persib Bandung. Selain rasanya yang lezat, tempat ini juga dikenal dengan suasana yang hangat dan penuh semangat, terutama saat ada pertandingan tim kesayangan mereka.
Nah, kalau ke Bandung jangan lupa mencicipi kuliner satu ini ya! Mie kocok cukup mudah ditemukan, biasanya dijual di pinggir jalan di berbagai sudut kota. Harganya juga masih terjangkau, dengan kisaran harga antara Rp 19.000 hingga Rp 35.000.
Dari proses pembuatan yang penuh perhatian hingga cita rasanya yang khas, Mie Kocok adalah kelezatan yang wajib dicoba saat berkunjung ke Bandung. Baik dibuat sendiri di rumah atau dinikmati di tempat legendaris, hidangan ini pasti bakal bikin kamu ketagihan dan merasakan keunikannya dari bentuk, rasa, hingga cara penyajiannya.
