TREND MEDIA TIKTOK DALAM MENYAMPAIKAN DAKWAH DI ERA DIGITAL


Sumber foto: Pinterest

Oleh Kazwa Syafira Aulia dan Istiqomah Muhajiroh | Mahasiswa Semester II | STAI Al - Fatah

Perkembangan teknologi serta media sosial telah berubah dengan signifikan dalam cara orang berkomunikasi dan memperoleh informasi. Salah satu platform media sosial yang saat ini populer di kalangan masyarakat, terutama kalangan muda, adalah TikTok. Platform ini tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk menyebarkan berbagai informasi, termasuk dakwah Islam. Kehadiran TikTok memberikan kesempatan baru bagi para dai dan pengembang dakwah untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan cara yang lebih menarik, lebih mudah diakses, dan relevan dengan kemajuan zaman. TikTok memiliki peran yang penting dalam penyebaran dakwah karena dapat menjangkau audiens yang sangat luas dalam waktu yang singkat. Berbeda dengan dakwah tradisional yang biasanya dilakukan di masjid, majelis taklim, atau forum keagamaan lainnya, dakwah melalui TikTok dapat dijangkau oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Hal ini memungkinkan pesan-pesan Islam untuk menyentuh masyarakat yang sebelumnya mungkin tidak aktif mengikuti kajian atau kegiatan agama secara langsung.

Salah satu alasan mengapa TikTok efektif sebagai media dakwah adalah sistem algoritmanya. TikTok menerapkan sistem rekomendasi yang dikenal dengan nama For You Page (FYP). Ketika sebuah video mendapatkan banyak interaksi dalam bentuk tampilan, suka, komentar, dan dibagikan oleh pengguna lainnya, video tersebut akan direkomendasikan kepada lebih banyak orang. Dengan cara ini, konten dakwah dapat menyebar dengan cepat dan menjangkau audiens yang luas. Selain itu, penggunaan hashtag seperti #DakwahIslam, #KajianIslam, atau #Hijrah juga membantu pengguna menemukan konten dakwah yang sesuai dengan minat mereka.

Dari perspektif menyampaikan dakwah, TikTok menawarkan banyak keuntungan. Seorang dai dapat menyampaikan pesan agama kepada ribuan atau bahkan jutaan orang tanpa harus hadir secara fisik di suatu tempat. Biaya yang diperlukan pun relatif rendah karena hanya memerlukan perangkat dan akses internet. Selain itu, format video pendek memungkinkan materi dakwah dikemas dengan cara yang kreatif sehingga lebih menarik bagi generasi muda.

Meskipun memiliki berbagai kelebihan, terdapat tantangan yang perlu diperhatikan. Durasi video yang terbatas sering kali membuat materi dakwah disampaikan secara singkat, sehingga tidak semua aspek dapat dijelaskan dengan mendalam. Hal ini dapat menyebabkan kesalahpahaman atau pemahaman yang tidak lengkap tentang suatu materi agama. Di sisi lain, tidak semua pembuat konten dakwah memiliki latar belakang keilmuan yang mendalam, sehingga masyarakat perlu lebih memilih dalam menerima informasi keagamaan yang beredar di TikTok.

Bagi pengguna atau penonton, TikTok memudahkan dalam mendapatkan pengetahuan agama. Melalui video singkat, pengguna bisa mendapatkan motivasi, pengingat tentang ibadah, dan pemahaman dasar mengenai ajaran Islam. Konten dakwah yang menarik juga bisa berfungsi untuk meningkatkan kesadaran beragama, terutama di kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital.

Namun demikian, pengguna juga harus memiliki sikap kritis terhadap konten dakwah di TikTok. Tidak semua informasi yang ada di media sosial bisa diterima begitu saja sebagai kebenaran. Penonton perlu memeriksa sumber informasi, memeriksa latar belakang penyampai dakwah, dan membandingkannya dengan sumber lain yang lebih terpercaya. Pemahaman agama yang mendalam tetap memerlukan proses belajar yang lebih luas melalui kajian, buku, dan bimbingan dari ulama yang berkompeten.

Secara umum, TikTok telah menjadi salah satu platform dakwah yang efektif di era digital. Media ini dapat memperluas penyebaran pesan Islam dan mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi keagamaan. Namun, keberhasilan dakwah di TikTok juga bergantung pada berbagai faktor lainnya.

harus seimbang dengan tanggung jawab pengirim dan penerima pesan dakwah.

Pengirim pesan dakwah harus memastikan bahwa informasi yang disampaikan sesuai dengan ajaran Islam yang benar, sedangkan penerima perlu penempatan dan kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang kurang akurat. Dengan cara ini, TikTok dapat menjadi alat dakwah yang tidak hanya terkenal, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata bagi kehidupan umat Islam.

Lebih baru Lebih lama