Oleh Budi Nur Salekhah | Mahasiswa Semester IV Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, STAI Al-Fatah
1 Muharram menandakan awal Tahun Baru Hijriah yang mengingatkan umat Islam akan momen hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah lebih dari sekadar perubahan lokasi; itu adalah transisi menuju kehidupan yang lebih baik, yang didasari oleh kebenaran, keadilan, dan ketakwaan.
Bagi para mahasiswa di Indonesia, peringatan 1 Muharram menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan keadaan bangsa. Di saat korupsi merajalela, kesenjangan ekonomi meluas, kejahatan meningkat, dan penegakan hukum sering dianggap tidak adil, semangat hijrah perlu dipahami sebagai dorongan untuk melakukan transformasi sosial dan moral.
Dalam konteks kenegaraan, hijrah mengartikan meninggalkan budaya korupsi, ketidakjujuran, penyalahgunaan kekuasaan, dan sikap acuh tak acuh terhadap masalah masyarakat. Sebagai agen perubahan, mahasiswa bertanggung jawab untuk menjaga kejujuran, menyampaikan kebenaran, dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Di sektor ekonomi, banyak orang masih menghadapi kesulitan yang disebabkan oleh harga barang kebutuhan yang tinggi, terbatasnya peluang kerja, dan penurunan daya beli. Korupsi turut memperburuk situasi ini karena menghambat kemajuan, merusak birokrasi, dan menurunkan kesejahteraan rakyat. Dari sudut pandang Islam, korupsi berlawanan dengan prinsip keadilan dan kepentingan bersama.
Korupsi juga merupakan gambaran krisis moral yang dihadapi bangsa. Oleh sebab itu, semangat hijrah harus diwujudkan dengan menolak segala bentuk perilaku korup, baik dalam skala besar maupun kecil. Nilai-nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab perlu ditanamkan sejak usia dini.
Selain itu, keadilan dalam hukum adalah nilai fundamental yang dihormati dalam Islam. Hukum seharusnya diterapkan tanpa membedakan antara status sosial, jabatan, atau kekayaan. Maka, upaya untuk mewujudkan sistem hukum yang adil dan transparan menjadi bagian dari semangat hijrah yang terus diperjuangkan.
Sebagai generasi muda, mahasiswa tidak seharusnya hanya mengkritik keadaan saat ini. Mereka juga perlu meningkatkan pengetahuan, membangun karakter, serta memberikan solusi konstruktif terhadap berbagai permasalahan bangsa.
Peringatan 1 Muharram mengajarkan bahwa perubahan signifikan selalu dimulai dengan keberanian untuk memperbaiki diri dan lingkungan di sekitarnya. Dengan semangat hijrah, diharapkan mahasiswa dapat menjadi pelopor bagi terciptanya Indonesia yang lebih jujur, adil, dan berintegritas.
