BASHIRAH MEDIA

Inspirasi Bisnis dari Mubarir, Pemilik "Amanah Fried Chicken"

 

Foto : Mubarir 


BASHIRAHNEWS.COM - Mubarir, pedagang ayam goreng yang satu ini ternyata menyimpan segudang inspirasi yang dapat dijadikan pelajaran bagi siapapun yang ingin terjun di dunia bisnis.


Pria yang akrab disapa Barir itu, saat ini sudah memiliki tujuh outlet fried chicken (ayam goreng) yang tersebar di beberapa daerah. Tentunya ia juga telah memiliki karyawan-karyawan yang membantu mengelola outlet-outlet tersebut.


Namun di balik kesuksesannya saat ini, terdapat perjuangan yang luar biasa. Tentang semangatnya yang tak surut, kegigihannya dalam berusaha serta keyakinannya pada ayat-ayat Allah swt.


Tidak Diterima Kuliah di LIPIA 

Awalnya, Barir yang merupakan warga asli Ciamis ini memutuskan untuk beranjak ke Jakarta pada tahun 1987 dengan tujuan melanjutkan sekolahnya.


Ia pun sempat mondok selama tiga tahun di Pesantren Al-Fatah, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Setelah dari Maos, ia kembali mondok di Pesantren Shuffah Hizbullah, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. Namun hanya berjalan dua tahun, ia pun keluar sebelum kelulusan.


Barir terinspirasi dari seorang temannya Arif Hizbullah, yang saat ini menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatah Maos. Karena temannya itu berhasil kuliah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), Jakarta Selatan.


Selain itu, LIPIA juga menawarkan beasiswa untuk mahasiswanya, sehingga ia sangat ingin melanjutkan pendidikannya di lembaga pendidikan tersebut. Namun takdir berkata lain. Ia tidak lolos dalam tes kedua penerimaan mahasiswa di LIPIA.


Tidak Betah Jadi Pegawai 

Setelah ia tidak diterima di LIPIA, pria kelahiran 10 Februari 1970 ini memutuskan untuk bekerja. Ia pernah bekerja di sebuah instansi dan menjadi pegawai. Tetapi menjadi pegawai baginya, bukanlah pekerjaan yang menyenangkan, sebab ia tidak memiliki kebebasan waktu.


Oleh karena itu, ia akhirnya mulai merintis usaha kecil-kecilan, yaitu usaha percetakan dan reklame. Akan tetapi usaha itu pun akhirnya gulung tikar. Karena dalam perjalanannya tidak memberikan hasil yang maksimal.


Menikah di Saat Menganggur

Setelah usaha percetakan itu ditutup, ia pun menganggur, padahal saat itu ia akan menikah. Barir memberanikan diri menikah pada tahun 1996 dalam keadaan menganggur, karena meyakini ayat Allah yang selalu didengungkan oleh gurunya di Pesantren Shuffah Hizbullah Mranggen, Alm. KH. Abdullah Fadli Ali Sradj :


..... وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami...." 

(QS. Al-'Ankabut/29 : Ayat 69)


2.....  وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ......

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۗ .....3

".... Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (2) dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.....(3)

(QS. At-Talaq/65 : Ayat 2-3)


Ayat tersebutlah yang menjadi keyakinan, pegangan dan motivasi Barir sampai hari ini. Ia telah membuktikan, meskipun ia tak memiliki title ataupun gelar sarjana, tapi saat ini ia mampu mempekerjakan orang lain dan memiliki usaha "Amanah Fried Chicken" yang eksis sampai sekarang.


Pernah Berjualan Keripik Singkong

Setelah menikah dalam keadaan menganggur, Barir lalu membuka usaha lagi. Ketika itu, hanya orang-orang dari kampungnya yang berjualan keripik singkong. Ia lalu mengikuti jejak mereka.


Hasil dari usaha singkong ini lumayan menguntungkan. Bahkan cukup untuk membeli tempat tinggal dan kendaraan.


Namun, keripik singkong ini kemudian lekang oleh waktu. Semakin banyak orang yang menjualnya sehingga keripik singkong sudah menjadi makanan umum dan tidak lagi menarik. Selain itu, mencari bahan baku utamanya yang memiliki kualitas baik juga menjadi sulit.


Inilah yang membuat Barir kehilangan pelanggan dan kemudian memutuskan untuk berhenti dari usaha tersebut.


Kebaikan Pasti Akan Dibalas Kebaikan

Ketika usaha keripik singkongnya mulai surut, seorang teman yang pernah ia bantu saat masih jaya dalam usaha keripik singkong, datang dan mengajaknya menggeluti bisnis fried chicken. 


"Saya yakin betul dan ini menjadi prinsip saya, sebagaimana firman Allah dalam Surat Ar-Rahman (ayat 60) هَلْ جَزَآءُ الْاِ حْسَا نِ اِلَّا الْاِ حْسَا نُ ۚ, Tidaklah suatu kebaikan pasti akan dibalas oleh kebaikan juga," tutur Barir dalam wawancara eksklusif oleh Bashirahnews.com.


Atas bantuan temannya itu, Barir akhirnya memiliki satu tempat usaha Fried chicken. Meskipun pada saat itu kondisinya masih belum sesuai harapan karena masih menggunakan grobak. 


Barir mencoba untuk menekuni usaha tersebut. Ia mulai memperbaiki rasa dan tampilan dari produknya. Hingga saat ini produknya dapat diminati dan diburu banyak orang.


Menjaga Kehalalan adalah Kunci Keberkahan

Sejak tahun 2003 saat Barir baru memulai usaha Fried Chicken sampai sekarang, ia tetap mempertahankan kehalalan dari produk dagangannya.


"Proses pemotongannya dari saya sendiri. Satu dijamin kehalalannya, insyaallah. Kedua, dari segi higenisnya dan alhamdulillah sekarang sudah ada di beberapa tempat termasuk di Suffah Cileungsi," ujar Barir.


Menurutnya, menjaga kehalalan ini bisa menjadi penglaris dari dagangannya karena Allah memberikan keberkahan di dalamnya.


"Allah sendiri kan mengatakan bahwa

..... كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَ رْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا.....

(... Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik.....) 

Inilah yang menjadi catatan saya, ketika saya sembelih insyaallah halal. Dan juga menjaga agar tidak bau atau basi, karena daging butuh perawatan. Sehingga perintah Allah bukan hanya halal tapi juga harus baik, " jelas Barir.




Untuk mendapatkan ayamnya, Barir membeli langsung dari tempat pemotongan, tapi ia membeli ayam dalam kondisi hidup untuk tetap menjaga kehalalannya. Ia sendiri yang menyembelih atau karyawannya yang memang telah diajarkan menyembelih hewan sesuai syariat Islam.


Ia memiliki frezeer yang cukup untuk menampung ayam-ayam yang telah dibumbui semalaman agar bumbunya meresap. Sehingga rumah pertamanya di Bekasi, saat ini dijadikan ruang operasional dan markas para karyawan, sekaligus menjadi pusat daging ayam dari semua outlet yang ia miliki.


Rumahnya yang kedua berada di Jl. Pandawa Lima Bekasi, ia gunakan untuk tempat tinggal dirinya bersama keluarga. 


Siap Membantu Orang-Orang yang Ingin Bisnis Fried Chicken


Nama 'Amanah' yang menjadi merk dari fried chicken murni lahir dari Barir sendiri. Nama ini pun tercetus ketika ia sudah memiliki dua outlet. Outlet pertamanya berada di Jl. Rorotan lX Kampung Kandang Sapi, Jakarta Utara dan yang kedua di Kampung Rawa Bebek, Bekasi.


Barir menyatakan bersedia membantu siapa saja yang ingin terjun di dunia bisnis yang sama dengannya, fried chicken, tapi dengan syarat tidak boleh menyerah.


"Saya terbuka lebar untuk membantu siapapun yang mau berbisnis (fried chicken) tapi syarat yang paling utama adalah mental. Berapapun modal kita, kalau mental berwirausaha belum ada, belum kuat maka ketika ada kendala pasti akan menyerah dan tidak semangat," ucap Barir.


" Sebenarnya tidak ada orang gagal, yang ada orang yang menyerah," tambahnya.


Barir kembali menegaskan bahwa ia siap membantu siapa saja yang mau bergelut di bisnis yang sama dengannya. Karena ia ingin memberikan manfaat kepada orang lain. 


"Para ikhwan sekalian, bagi siapa saja yang ingin usaha seperti saya, usaha ayam goreng, dengan catatan jangan menyerah dan bersungguh-sungguh. Karena saya yakin betul خير الناس أنفعهم للناس, sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lainnya," kata Barir. [Arina Islami]


Lebih baru Lebih lama