![]() |
| (Foto By : Aqsa Working Group) |
BASHIRAHNEWS.COM, JAKARTA — Puluhan massa yang tergabung dalam Aqsa Working Group (AWG) kembali menggelar Aksi Jumat Rutin Sore Jilid 64 di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, pada Jumat (2/10/2026). Aksi konsisten ini digelar sebagai bentuk protes atas pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi serta seruan tegas untuk menghentikan genosida di Gaza, Palestina.
Dengan mengusung tema "Gencatan Senjata Dilanggar 5.100 Kali, Genosida Masih Terjadi di Gaza. Musnahkan Zionis Israel, Lawan, Boikot Selamanya! Demi Al-Aqsa", unjuk rasa tersebut diwarnai dengan penyampaian orasi, story telling, penyaluran infak operasional kegiatan, serta tausiah dan doa bersama.
Presidium AWG, Muhammad Anshorullah, membuka jajaran sambutan yang menekankan pentingnya keberlanjutan aksi solidaritas umat untuk Palestina. Selama aksi berlangsung, acara dipandu oleh Alimah Bulan selaku pembawa acara (MC) dan Avika Desta Agustina sebagai Qori'ah.
Rangkaian orasi disampaikan oleh berbagai elemen, mulai dari santri, akademisi, hingga perwakilan lembaga internasional.
Di antaranya orasi dari Arah Azizah Attaqiya dan pertunjukan story telling oleh Azkaa & Talita (Santri Al-Fatah Cikampek), orasi dari Uswatun Hasanah serta Bunda Ummi (Ummahat Markaz 1 Cileungsi), dan M. Syauqi Hafiz perwakilan dari Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Indonesia.
Ketua BEM STAI Al-Fatah Bogor yang baru dilantik, Faris Al-Mujahid Al-Anshori, dalam orasinya menegaskan bahwa kehadiran massa di depan Gedung Kedubes AS bukan sekadar membawa bendera atau poster, melainkan untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang kian tergerus.
"Kita mungkin berada jauh dari Gaza, tidak bisa berada langsung di sana, tetapi kita masih mempunyai suara! Jangan biarkan penderitaan bangsa Palestina menjadi sesuatu yang dianggap biasa. Di balik setiap angka korban ada manusia—ada seorang anak, ibu, ayah, dan keluarga," seru Faris di hadapan para peserta aksi, disambut pekikan takbir "Allahu Akbar" dan seruan "Free Palestine".
Ia menekankan tiga tuntutan utama dalam orasinya, yakni penghentian kekerasan terhadap warga sipil, pembukaan akses bantuan kemanusiaan secara menyeluruh, serta penegakan keadilan demi kemerdekaan Palestina.
Rangkaian aksi ditutup secara khidmat dengan tausiah sekaligus doa bersama yang dipimpin oleh Imaam Yakhsyallah Mansur, memohon perlindungan dan kemenangan bagi rakyat Palestina yang hingga kini terus berjuang mempertahankan tanah air dan Masjid Al-Aqsa. ( Adhia Cut Nyak Dien)
