
Photo by dok AWG
BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR – Penangkapan aktivis kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 oleh otoritas Israel kembali menuai kecaman. Ratusan aktivis, termasuk 9 warga negara Indonesia (WNI), dilaporkan dicegat dan ditahan di perairan internasional Laut Mediterania saat hendak menuju Gaza, Rabu (20/5/2026).
Menanggapi kejadian tersebut, Aqsa Working Group (AWG) menggelar aksi bela Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (22/5/2026). Aksi bertema “Zionis Culik Aktivis dan Jurnalis Sumud Flotilla Lagi, Lawan. Lindungi, Bawa Mereka Pulang Sekarang Juga” ini diikuti ratusan massa.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan sambutan dan orasi dari para tokoh. Di antaranya Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah, aktivis Global Sumud Flotilla Wanda Hamidah, perwakilan AWG Jawa Barat Mushthofa Salamuddin Al-Irsyad, serta penampilan puisi dari kalangan mahasiswa.

Aktivis kemanusiaan, Wanda Hamidah
(Dok AWG)
Dalam orasinya, Wanda Hamidah menegaskan bahwa penangkapan ini tidak akan memadamkan semangat perjuangan kemanusiaan global.
“9 WNI Indonesia harus lebih menyemangati kita. Kita akan datang kembali ke Palestina dengan armada yang lebih besar dan dengan dukungan umat manusia Indonesia yang lebih banyak. Penjajahan terhadap Palestina tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Sementara itu, Pembina Utama AWG KH. Imaam Yakhsyallah Mansur menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pemimpin fasik.
“Zionis Israel tidak akan hancur seketika, tetapi cara Allah mengangkat pemimpin mereka adalah orang-orang fasik. Kita yakin Netanyahu termasuk di antaranya,” ujarnya.

Imam Yakhsyallah Mansur saat aksi bela Palestina di depan Kedubes Amerika Serikat Jakarta, Jum'at (22/05)
Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah mendesak pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas terhadap penangkapan WNI tersebut.
“Kami kembali menyerukan kepada pemerintah untuk segera keluar dari Board of Peace (BOP). Meski aktivis dan jurnalis telah ditangkap, perjuangan belum selesai. Gaza dan Palestina masih menunggu kita,” tegas Anshorullah.
9 WNI yang Ditahan
Berdasarkan data Global Partnership for Palestine Initiative (GPCI), berikut 9 WNI yang sempat ditahan Israel:
- Herman Budianto Sudarsono dan
- Ronggo Wirasanu (Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro.
- Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat) – Kapal Josef
- Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqsa)
- Hendro Prasetyo (SMART 171) – Kapal Kasr-1
- Bambang Noroyono (Republika) – Kapal BoraLize
- Thoudy Badai Rifan Billah (Republika),
- Andre Prasetyo Nugroho (Tempo)
- Rahendro Herubowo (iNews/Tim Media GPCI) – Kapal Ozgurluk
Aksi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Sekjen AWG Yusuf Maulana.
Update: Kesembilan WNI dilaporkan telah dibebaskan dan tiba di Istanbul, Turki pada Kamis (21/5/2026). Tim Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) saat ini sedang menuju Istanbul untuk menjemput mereka. [Bahrul Ikhsan Al Buhori]