Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Dipicu Mobil Menemper KRL

 

Kondisi gerbong KRL yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/04). (Antara foto)

BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR  – Insiden kecelakaan kereta api hebat terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin (27/04) malam. Kecelakaan ini melibatkan rangkaian KRL Commuter Line yang dihantam dari belakang oleh KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek setelah sebelumnya dipicu oleh insiden mobil yang menemper kereta di perlintasan.

Kecelakaan bermula sekitar pukul 20.50 WIB saat sebuah mobil taksi menemper KRL Commuter Line di lintasan dekat Bulak Kapal, Bekasi Timur. Berdasarkan keterangan Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, insiden tersebut menyebabkan KRL mendadak berhenti di jalur 1 arah Cikarang.

Hanya berselang lima menit, yakni pada pukul 20.55 WIB, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Pasar Turi yang datang dari arah barat memasuki jalur yang sama dan tidak sempat menghindar, sehingga menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti.

"Commuter Line hancur di bagian belakang. Kami semua langsung dievakuasi keluar oleh petugas," ujar Heri, salah satu penumpang selamat di lokasi kejadian.

Petugas mengevakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Foto: Rifkianto Nugroho/detikFotop

Evakuasi Korban dan Penanganan Darurat

Petugas PT KAI dibantu personel gabungan dari Polri, TNI, dan tim penyelamatan bergerak cepat melakukan evakuasi penumpang. 

"Saat ini seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam pernyataan di Jakarta, Senin malam.

Jumlah penumpang KA Argo Bromo sebanyak 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 38 penumpang KRL telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan, jumlah korban dalam insiden kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik KRL di Stasiun Bekasi Timur, terkonfirmasi 4 korban meninggal dunia.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban masih dalam pendataan pihak berwenang. 

Dampak Operasional

PT KAI Daop 1 Jakarta menyatakan tengah melakukan evakuasi rangkaian kereta di lokasi agar operasional perjalanan KA dapat segera pulih. Pihak manajemen memohon maaf atas gangguan perjalanan yang terjadi dan berjanji akan berusaha semaksimal mungkin menormalisasi jalur tersebut.

"Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar," ujar Anne.

KAI menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas insiden tersebut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi pasti masuknya KA Jarak Jauh ke jalur yang sedang terisi tersebut serta mendalami insiden awal taksi yang menemper kereta di perlintasan Bulak Kapal.


Sumber : Antara News, detikNews, Kompas TV, Republika, CNN Indonesia 

Lebih baru Lebih lama