Aliansi BEM Bogor Timur Gelar Seminar BISIK 2 Dorong Mahasiswa Berpolitik Cerdas dan Kritis

Foto by Aurallya Finandya Putri 


BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bogor Timur menggelar Seminar BISIK (Bincang Asik Seputar Politik) edisi kedua pada Minggu (26/04) di Aula Universitas IPWIJA, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Acara ini bertujuan membangun kesadaran politik generasi muda agar menjadi agen perubahan yang kritis dan cerdas.

Seminar dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Bogor Timur, antara lain Universitas Muhammadiyah Cileungsi, STAI Al-Fatah, STIS Al-Wafa, Universitas IPWIJA, STIQ Ar-Rahman, Politeknik Bisnis Digital Indonesia, STIT Fatahillah, dan Politeknik IDN.

Acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur'an oleh Kazwa Syafira dari STAI Al-Fatah, dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya, Mars Universitas IPWIJA, dan Mars Mahasiswa.


Ketua Pelaksana sekaligus Ketua BEM Universitas IPWIJA, Alpriza Saputra, menyatakan seminar ini sebagai upaya memantik semangat perjuangan mahasiswa dan kaum muda. 

Romadhon Hutabarat, Koordinator Daerah Aliansi BEM Bogor Timur sekaligus Presiden Mahasiswa BEM STIS Al-Wafa, menekankan pentingnya diskusi terbuka tentang isu politik pemerintah. Ia berharap mahasiswa dapat berpikir kritis dan menjadi agent of change.

Rektor Universitas IPWIJA, Ir. Besar Agung Martono, MM., DBA., berharap acara ini membawa manfaat dan berkah ilmu serta menegaskan peran mahasiswa sebagai ujung tombak perubahan. 

Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, S.Stp., M.Ec., Dev., mengajak mahasiswa aktif memberikan masukan dan kritik konstruktif serta turun langsung ke lapangan bersama pemerintah.

Dua anggota DPRD Kabupaten Bogor menjadi pembicara studium generale.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Beben Suhendar, S.H., M.M., menyampaikan materi “Peran Mahasiswa Terhadap Pemekaran Bogor Timur”. Ia mengungkapkan telah memfasilitasi pemekaran Kecamatan Sukamakmur dan Desa Sukagalih, serta pembangunan Jalan Puncak 2 sebagai jalur ekonomi strategis. Ia juga mendorong segera dibangunnya dua kampus negeri di Jonggol, yaitu IPB dan Universitas Veteran.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H. Achmad Fathoni, S.T., M.P.W.K., membawakan tema “Peran Mahasiswa sebagai Social Control Terhadap Kebijakan Pemerintah”. Ia menekankan perlunya kesadaran politik, rasa memiliki, dan partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawasi pemerintahan. “Mahasiswa harus menjadi penjaga nilai moral. IPK tinggi saja tidak cukup, yang terpenting adalah menguasai dan mempraktikkan ilmu yang diperoleh,” pesannya.


Pemateri pertama, pengamat isu sosial dan politik Ubaedillah Badrun, M.Si., menyampaikan materi “Membangun Kesadaran Politik Generasi Muda di Era Digital”. Ia menyoroti bahwa korupsi masih marak karena banyak anak muda terpelajar yang apatis dan menormalisasi kejahatan. “Mahasiswa harus berpartisipasi secara kritis, bijak, dan cerdas menghadapi setiap permasalahan di masyarakat,” tegasnya.


Pemateri kedua, Muhammad Azrin (Presma Universitas Binaniaga 2024 dan Penjabat Sementara BEM Se-Bogor Raya 2024-2025), menyajikan materi “Literasi Politik Dasar”. Ia menjelaskan lima tujuan utama politik: mewujudkan kesejahteraan rakyat, menjaga ketertiban dan keamanan, menjamin keadilan, mengatur kekuasaan negara, serta mempertahankan kedaulatan bangsa. “Politik mengatur segala aspek kehidupan, mulai dari UKT hingga kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mahasiswa harus peduli dengan politik,” katanya.

Seminar berjalan khidmat dan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara pemateri dan peserta.

Peserta Nabila Salsabila dari Politeknik IDN menyatakan acara ini sangat seru dan memberikan ilmu yang bermanfaat. Unaisa, juga dari Politeknik IDN, yang untuk pertama kalinya mengikuti seminar politik, merasa banyak pelajaran yang bisa diambil, mulai dari pemahaman politik, moral berpolitik, hingga aspek hukumnya.

Dengan terselenggaranya acara ini, Aliansi BEM Bogor Timur berharap dapat terus membangkitkan semangat mahasiswa Bogor Timur sebagai generasi muda yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan politik nasional. [Annisa Widya Putri]

Lebih baru Lebih lama