
Foto : euronews
BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR — Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) resmi merilis kumpulan dokumen terbaru berskala besar terkait mendiang Jeffrey Epstein, pengusaha yang terjerat kasus kejahatan seksual lintas negara. Dokumen setebal 3,5 juta halaman tersebut dirilis pada 30 Januari 2026, memicu perhatian intens karena menyeret sejumlah nama tokoh besar mulai dari politisi hingga miliarder teknologi.
Rilis dokumen ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump pada 19 November 2025 lalu. Langkah ini diklaim pemerintah AS sebagai bentuk pemenuhan hak publik atas transparansi kasus yang telah lama menggantung.
Tokoh-Tokoh dalam Sorotan
Dalam berkas yang mencakup 180.000 gambar dan 2.000 video tersebut, beberapa nama terkenal muncul dalam konteks yang beragam, antara lain:
Donald Trump: Muncul ratusan kali dalam dokumen, terutama terkait laporan informasi kepada FBI. Meski terdapat klaim perselisihan dengan Epstein dua dekade lalu, dokumen tersebut mencatat sejumlah tuduhan yang hingga kini dibantah keras oleh Trump. "Tidak ada yang terungkap tentang saya," tegas Trump saat berbicara di Gedung Putih awal pekan ini.
Elon Musk: Email Musk tertanggal 2012 menunjukkan korespondensi terkait rencana perjalanan dan pesta. Musk menanggapi rilis ini sebagai upaya pencemaran nama baik, namun ia menekankan pentingnya mengejar mereka yang melakukan kejahatan serius bersama Epstein.
Bill Gates: Dokumen mengisyaratkan keterlibatan Gates dalam hubungan seks di luar nikah serta bantuan Epstein dalam memfasilitasi pertemuan tertentu. Pihak Gates telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut tuduhan tersebut "sama sekali tidak masuk akal dan sepenuhnya salah."
Bill Clinton: Sejumlah foto lama menunjukkan mantan presiden tersebut di kediaman Epstein antara tahun 1990 hingga awal 2000-an. Juru bicara Clinton menyatakan foto-foto buram berusia 20 tahun tersebut tidak membuktikan keterlibatan apa pun.
Selain nama-nama di atas, daftar tersebut juga mencakup tokoh global lainnya seperti Richard Branson (CEO Virgin Group), Sergey Brin (Pendiri Google), hingga anggota keluarga kerajaan Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor.
Status Hukum dan Transparansi
Pihak berwenang AS menekankan bahwa munculnya nama-nama tokoh dalam dokumen tersebut tidak secara otomatis menyiratkan kesalahan hukum atau keterlibatan pidana. Banyak dari mereka yang disebutkan berstatus sebagai rekan bisnis atau kenalan sosial di masa lalu dan telah membantah melakukan kesalahan.
Kasus Jeffrey Epstein sendiri mencuat sejak tahun 2006 atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Epstein meninggal dunia di sel penjara pada 2019 saat menunggu persidangan, sementara rekannya, Ghislaine Maxwell, telah dijatuhi hukuman atas keterlibatannya merekrut para korban.
Publikasi dokumen ini diharapkan menjadi babak akhir dari proses identifikasi dan peninjauan panjang guna memberikan gambaran utuh kepada masyarakat terkait jaringan pelaku kejahatan seksual tersebut.
Sumber : Mi'raj News 06/02