![]() |
| Foto : Tempo.co |
BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, beasiswa untuk siswa SMA/SMK swasta tetap disediakan di APBD 2026. Namun, anggarannya dimasukkan dalam pergeseran anggaran di APBD 2026. Alasannya, kata Dedi, pemerintah masih menunggu data pasti penerima beasiswa yang baru diketahui saat dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
"Mulai belajarnya itu kan nanti bulan Juni-Juli. Jadi hari ini belum bisa mendapat update data jumlah siswa kelas 1 tidak mampu di sekolah swasta tahun ajaran 2026/2027," kata Dedi Mulyadi, dikutip dari siaran pers Humas Jabar, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurut dia, kepastian data siswa penerima akan menjadi acuan anggaran bantuan beasiswa dari pemerintah provinsi Jawa Barat untuk siswa yang masuk kategori miskin di SMA/SMK swasta.
Pernyataan Dedi Mulyadi tersebut menanggapi Komisi V DPRD Jawa Barat yang mempertanyakan alokasi beasiswa bagi siswa miskin di SMA/SMK swasta di Jawa Barat yang belum tercantum dalam APBD 2026. Komisi V meminta pemerintah provinsi Jawa Barat segera melakukan pergeseran anggaran untuk menganggarkan beasiswa bagi siswa miskin di SMA/SMK swasta.
Dikutip dari siaran pers tersebut, total beasiswa siswa miskin SMA/SMK swasta yang akan disiapkan di APBD 2026 nilainya mencapai Rp 218 miliar. Beasiswa tersebut terdiri dari Rp150 miliar beasiswa operasional sekolah swasta dan Rp 68 miliar untuk beasiswa personal. [ Budi Nur Shalehah ]
Sumber : Dikutip Tempo.co (05/02)
