![]() |
| Tumpukan sampah di Ciputat, Tangsel. (Foto: Kurniawan Fadilah) |
Sebagai solusi sementara, Pemkot Tangsel mengalihkan pembuangan sampah ke Cileungsi, Kabupaten Bogor. Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyebutkan, sekitar 200 ton sampah per hari dikirim ke Cileungsi selama dua pekan. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah di kawasan permukiman dan ruang publik di wilayah Tangsel.
“Ke Cileungsi ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel,” ujar Benyamin, dikutip detikNews, Ahad (11/01)
Sementara itu, Pemerintah Kota Serang menghentikan sementara penerimaan sampah dari Tangsel untuk melakukan evaluasi. Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan penghentian dilakukan karena kerja sama tersebut masih dalam tahap uji coba. Ia menegaskan pemerintah membuka ruang dialog dengan warga terdampak dan akan melakukan perbaikan sebelum kerja sama dilanjutkan.
Di sisi lain, persoalan sampah di Tangsel belum sepenuhnya teratasi. Pemkot Tangsel memperpanjang status tanggap darurat pengelolaan sampah hingga 19 Januari 2026 karena masih ditemukannya tumpukan sampah di sejumlah titik, termasuk di sekitar Pasar Cimanggis.
Sekretaris BPBD Tangsel Essa Nugraha menyatakan, masa perpanjangan difokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah serta penegakan perilaku buang sampah. Pemkot berharap langkah tersebut dapat mengembalikan kondisi kebersihan kota secara bertahap dan berkelanjutan. [ Iffah Nazhiffah ]
