Mahasiswa STAI Al-Fatah Gelar Kajian Akbar Bahas Zionisme dan Tanggung Jawab Intelektual

 

( Annisa Widya Putri) 

BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR
- Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi Bogor, kembali menunjukkan peran aktif dalam merespon isu-isu global dengan menyelenggarakan Kajian Akbar, pada Kamis (29/01). 

Bertempat di Ruang 1 & 2 Gedung STAI Al-Fatah Cileungsi, kegiatan tersebut mengangkat tema "Zionisme dalam Perspektif Sejarah, Politik, dan Kemanusiaan: Tanggung Jawab Intelektual Mahasiswa Muslim", kajian ini menjadi ruang refleksi kritis bagi mahasiswa untuk memahami konflik Palestina tidak hanya sebagai isu geopolitik, tetapi juga sebagai persoalan kemanusiaan dan moral intelektual.

Kegiatan ini menghadirkan Rachmat Asy'ari, Kepala Bidang Litbang dan Edukasi Aqsa Working Group, yang memaparkan akar historis Zionisme, peran organisasi-organisasi global, serta dampaknya terhadap rakyat Palestina hingga hari ini. Pemaparan tersebut diperkuat dengan analisis politik dan kemanusiaan yang mendorong mahasiswa agar tidak terjebak pada narasi simplistik.

Selain itu, kajian juga diisi oleh Angga Aminudin, M.I.Kom, Kaprodi Ekonomi Syariah STAI Al-Fatah, yang menekankan pentingnya sikap kritis, objektif, dan bertanggung jawab bagi mahasiswa Muslim dalam menyikapi isu-isu global. 


la menegaskan bahwa intelektual Muslim tidak cukup hanya bersimpati, tetapi juga dituntut untuk memahami, menyuarakan kebenaran, dan berkontribusi sesuai kapasitas keilmuan masing-masing.

Acara ini dimoderatori oleh Budi Nur Salehah, mahasiswi STAI Al-Fatah, yang memandu diskusi dengan suasana dialogis dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari pertanyaan dan tanggapan yang muncul selama sesi diskusi berlangsung.

Selain memperoleh wawasan keilmuan, peserta kajian juga mendapatkan berbagai manfaat seperti networking baru, pengalaman diskusi yang bermakna, konsumsi gratis, serta e-sertifikat. 

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik kesadaran kolektif mahasiswa untuk terus berpihak pada nilai keadilan dan kemanusiaan. [ Budi Nur Shalehah ]

Lebih baru Lebih lama