
Photo by Adara Relief International
BASHIRAH NEWS.COM, BOGOR — Dunia memperingati Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina setiap (29/11) sebagai pengingat bahwa ketidakadilan terhadap Palestina sudah berlangsung sejak lama, sejak PBB mengeluarkan Resolusi 181 pada tahun 1947.
Momentum ini mengajak semua orang untuk kembali menunjukkan dukungan dan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina yang masih terus menghadapi penindasan hingga hari ini.
Peringatan ini berawal dari keputusan Sidang Umum PBB pada tahun 1947 yang mengesahkan Resolusi 181, yaitu rencana pembagian wilayah Palestina menjadi dua negara.
Dalam keputusan tersebut, rakyat Palestina yang merupakan penduduk asli justru mendapat bagian wilayah yang lebih kecil, sementara kelompok pendatang memperoleh porsi yang lebih luas.
Ketimpangan itu menjadi awal dari berbagai konflik yang masih berlangsung hingga kini. Sejak pembagian wilayah tersebut, rakyat Palestina terus menghadapi penindasan, aneksasi, perampasan tanah, hingga kekerasan yang berulang. Situasi ini membuat mereka hidup dalam ketidakpastian dan jauh dari rasa aman di tanah kelahiran sendiri.
Peringatan Hari Solidaritas Internasional tidak hanya menjadi refleksi sejarah, tetapi juga ajakan agar dunia tidak berhenti menyuarakan keadilan.
Berbagai komunitas, lembaga kemanusiaan, dan organisasi internasional memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kesadaran global terhadap kondisi Palestina, sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam upaya kemanusiaan.
Di Indonesia, momentum ini juga diperingati oleh sejumlah kelompok, termasuk Aqsa Working Group (AWG). Melalui Bulan Solidaritas Palestina, AWG menggelar berbagai kegiatan seperti edukasi publik, kampanye sosial, dan aksi dukungan bagi rakyat Palestina. Langkah ini dilakukan untuk menguatkan kepedulian masyarakat serta menjaga agar perjuangan Palestina tetap menjadi perhatian bersama.
Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina mengingatkan bahwa ketidakadilan yang terjadi sejak 1947 masih berlangsung hingga hari ini.
Melalui momentum ini, masyarakat dunia diajak untuk tidak berpaling dan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan hak-hak mereka. Selama ketidakadilan masih ada, suara solidaritas tetap dibutuhkan agar harapan menuju kebebasan dan kedamaian bagi Palestina tidak pernah padam. [ Iffah Nazhifah ]