Cinta Luar Biasa


Foto: Pinterest


Oleh Ummu Assyifa| Mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, STAI Al- Fatah

Jika disebut kata “cinta” siapa atau apa yang pertama terlintas di benak Anda? Apakah itu Ayah, Ibu, sahabat atau bisa jadi idola Anda? Apapun itu yang terlintas di benak kita, sebagai seorang Muslim, hamba Allah yang hidup di bumi Allah. Kepada siapa seharusnya kita memberikan cinta kita?

Dalam bahasa Arab, cinta disebut sebagai Mahabbah. Istilah mahabbah secara bahasa berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan, yang berarti mencintai secara mendalam. Secara istilah, mahabbah merupakan perasaan rindu dan senang yang istimewa terhadap sesuatu. Perasaan demikian menyebabkan seseorang terpusat kepadanya bahkan mendorong orang tersebut untuk memberikan yang terbaik. 

Disebutkan dalam sebuah hadis, bahwa seorang laki-laki datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Lalu bertanya: “Kapankah tiba hari kiamat?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam balik bertanya, ”Apakah yang engkau persiapkan untuk hari kiamat?” Laki-laki itu menjawab, ”Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun berkata, ”Engkau akan bersama orang y kepada ang engkau cintai.” (HR Bukhari).

Cuplikan hadits tersebut berbicara tentang cinta yang bukan sembarang cinta, bukan cinta biasa, cinta sekadarnya, dan bukan juga cinta kepada orang yang biasa-biasa saja. Akan tetapi cinta luar biasa kepada orang yang paling mulia di dunia dan di akhirat, yakni baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Kita sering melihat ribuan penggemar grup idola terkenal yang rela berdesak-desakan di tengah hingabingar suara, bahkan sampai di tengah guyuran hujan. Bahkan harus merogoh kocek untuk membeli tiket tanda masuk. karena cintanya terhadap grup idola tersebut, mereka rela mengorbankan apa yang dimilikinya demi cintanya. 

Sebagai seorang Muslim, cinta yang kita miliki selayaknya di-prioritaskan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam melebihi cinta kita terhadap orangtua, anak, keluarga, harta dan termasuk dengan diri kita sendiri.

Allah menyebutkan di dalam firman-Nya :

قُلۡ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمۡ وَأَبۡنَآؤُڪُمۡ وَإِخۡوَٲنُكُمۡ وَأَزۡوَٲجُكُمۡ وَعَشِيرَتُكُمۡ وَأَمۡوَٲلٌ ٱقۡتَرَفۡتُمُوهَا وَتِجَـٰرَةٌ۬ تَخۡشَوۡنَ كَسَادَهَا وَمَسَـٰكِنُ تَرۡضَوۡنَهَآ أَحَبَّ إِلَيۡڪُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ۬ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّىٰ يَأۡتِىَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦ‌ۗ وَٱللَّهُ لَا يَہۡدِى ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَـٰسِقِينَ

Artinya: “Katakanlah : “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At-Taubah [9] : 24)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendedikasikan seluruh hidupnya dalam perjuangan menegakkan kalimat Tauhid, menyempurnakan akhlak manusia, ber-amar ma'ruf nahi munkar, mempersaudarakan umat Islam serta mendakwahkan nilai-nilai Islam bagi seluruh umat manusia.

Walaupun kita belum pernah bertemu langsung dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Namun, kita dapat menumbuhkan dalam jiwa kita rasa cinta kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Cinta yang melahirkan perbuatan baik, akhlak terpuji serta kerelaan hati dalam menghidupkan sunnahnya.

Sudah sepatutnya, kita mencintai beliau karena perjuangannya bagi umat. Karena perjuangan beliau-lah kita dapat hidup dalam agama yang Rahmatan lil ‘alamiin seperti sekarang. Karena perjuangan beliau dan para sahabatnya di masa lalu, risalah agama Islam yang menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat dapat sampai dengan sempurna ke masa kini. 

Hal yang dapat kita lakukan untuk membuktikan cinta kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah dengan ketaatan serta membela ajaran Tauhid yang telah beliau perjuangkan. 

Kisah Cinta Luar Biasa Sahabat Terhadap Nabi Muhammad Shallallahualaihi wasallam

Ada seorang sahabat Nabi yang sangat mencintai dan menghormati beliau. Namanya adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia adalah sahabat pertama yang memeluk Islam dan selalu setia mendampingi Nabi dalam berbagai peristiwa penting.

Salah satu peristiwa yang menunjukkan kisah cinta luar biasa Abu Bakar terhadap Nabi adalah ketika mereka berdua hijrah dari Mekkah ke Madinah. Saat itu, kaum kafir Quraish telah berencana untuk membunuh Nabi. Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di sebuah gua di Gunung Thaur selama tiga hari.

Di dalam gua, Abu Bakar sangat khawatir dengan keselamatan Nabi. Ia rela mengorbankan dirinya untuk melindungi Nabi dari bahaya. Ia menutup semua lubang di gua dengan kain, batu, dan daun. Ia juga membersihkan gua dari binatang berbisa dan menjaga pintu gua dengan tubuhnya.

Suatu ketika, ada seekor ular yang masuk ke gua dan menggigit kaki Abu Bakar. Abu Bakar 

menahan rasa sakitnya dan tidak mau mengganggu Nabi yang sedang tidur di pangkuannya. Air mata Abu Bakar menetes dan jatuh di wajah Nabi. Nabi terbangun dan bertanya apa yang terjadi.

Abu Bakar menjawab, "Ya Rasulullah, jangan khawatir. Aku hanya digigit oleh seekor ular. Aku tidak mau membangunkanmu karena aku takut kamu akan merasa tidak nyaman."

Nabi tersentuh dengan pengorbanan Abu Bakar. Ia mengusap kaki Abu Bakar dengan ludahnya dan berdoa kepada Allah. Dengan izin Allah, kaki Abu Bakar sembuh dan tidak ada bekas gigitan ular.

Nabi berkata kepada Abu Bakar, "Ya Abu Bakar, engkau adalah sahabatku di dunia dan akhirat. Engkau adalah orang yang paling aku cintai dan percayai. Engkau adalah orang yang paling berjasa dalam membantu dakwahku. Semoga Allah memberimu pahala yang besar dan tempat yang mulia di surga."

Abu Bakar menangis haru dan bersyukur. Ia memeluk Nabi dan berkata, "Ya Rasulullah, engkau adalah utusan Allah yang terbaik. Engkau adalah teladan dan pemimpin bagi kami. Engkau adalah orang yang paling aku cintai dan hormati. Aku rela mengorbankan harta, jiwa, dan keluargaku untukmu. Semoga Allah senantiasa melindungi dan memberkatimu."[]

Lebih baru Lebih lama