![]() |
| (Foto By : Rizky Nur Hidayat) |
BASHIRAHNEWS.COM, JAKARTA — Aqsa Working Group (AWG) kembali menggelar Aksi Jumat Rutin Solidaritas Palestina Jilid 65 di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, pada Jumat (09/10/26). Dengan mengusung tema “3 Tahun Thufan Al-Aqsha, Membongkar Wajah Asli Zionis Israel. Dunia Belum Pernah Se-Palestina Ini”.
Aksi ini menjadi momentum untuk memperingati tiga tahun peristiwa Thufan Al-Aqsha sekaligus meneguhkan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan kebenaran di tengah penderitaan yang masih berlangsung di Palestina.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Aqsa Working Group (AWG), Yusuf Maulana, menyampaikan bahwa tiga tahun sejak peristiwa Thufan Al-Aqsha menjadi momentum untuk merefleksikan perjuangan rakyat Palestina sekaligus memperkuat solidaritas dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran.
Ia mengapresiasi konsistensi para peserta yang terus hadir dalam aksi solidaritas hingga mencapai pelaksanaan ke-65. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal perjuangan Palestina, seraya menyampaikan agenda Bulan Solidaritas Palestina (BSP) pada November mendatang, yang direncanakan mencakup long march sejauh 35 kilometer dari Cileungsi menuju Masjid Istiqlal, Jakarta.
“Tiga tahun menjadi peringatan sejarah Thufanul Aqsha, kita bisa melihat apa yang terjadi di dunia sekarang ini. Ada lebih dari 100 negara yang mengakui Palestina,” ujar Bapak Yusuf Maulana. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa isu Palestina terus menjadi perhatian dunia internasional.
Pengakuan terhadap Palestina oleh berbagai negara menjadi salah satu perkembangan penting dalam perjuangan diplomatik Palestina untuk memperoleh kemerdekaan dan hak menentukan nasibnya sendiri. Momentum tiga tahun Thufanul Aqsha juga menjadi pengingat bahwa persoalan Palestina masih membutuhkan perhatian, dukungan, serta upaya nyata dari masyarakat internasional.
Rangkaian Aksi Jumat ini diisi dengan sambutan Sekretaris Jenderal AWG, serangkaian orasi dan pembacaan puisi, pembacaan pernyataan sikap, penarikan infak operasional AWG, serta ditutup dengan doa bersama.
Aksi ini juga diisi dengan pembacaan puisi oleh Maulana Arju Ramadhan (santri Al-Fatah Cikampek). Melalui puisi bertajuk “Aku Iri Padamu”, ia menggambarkan keteguhan, kesabaran, dan kekuatan iman rakyat Palestina di tengah penderitaan yang mereka hadapi.
“Masjid mu runtuh, tapi imanmu tetap teguh. Gedung sekolahmu kandas, tapi kesungguhan belajarmu tak terbatas. Aku iri padamu, kukira kau menderita, ah, itu sesaat. Memang kau luka, namun kau bisa bertahan. Aku iri padamu, keteguhan dan ketegaranmu tiada tara, teguh pada Sang Pemegang Kuasa.” Seru Maulana dalam Puisi "Aku Iri Padamu".
Rangkaian Aksi Jumat Solidaritas Palestina Jilid 65 ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ust. Mukhlisin. Doa dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar aksi ini membawa keberkahan, serta memohon perlindungan, kekuatan, dan kemerdekaan bagi saudara-saudara di Palestina. (Aisyah Rahmadhani)
