Pawai Obor Jadi Pembuka, Ponpes Al-Fatah Peringati Hari Santri Nasional 2026

Sumber Foto: Ali Hizbullah


BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR — Satu per satu obor mulai menyala, menerangi lapangan Masjid At-Taqwa pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Nyala api yang berjejer di tangan para santri Al-Fatah itu bukan sekadar penerang malam, melainkan simbol semangat dan tekad santri dalam mengabdi kepada agama, masyarakat, dan bangsa. Suasana malam yang semula tenang pun berubah menjadi khidmat dan penuh semangat saat para santri bersiap mengikuti pawai obor sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al-Fatah.

Dengan langkah tertib dan barisan yang rapi, para santri mulai menyusuri jalan menuju kawasan Rawa Lele, kemudian kembali ke titik awal. Cahaya obor yang berkilauan di sepanjang perjalanan menghadirkan pemandangan yang memukau sekaligus mempererat kebersamaan antar santri. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam, pawai obor berakhir pada pukul 21.00 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi pembuka dari empat rangkaian peringatan Hari Santri, yakni pawai obor, apel akbar, pawai dan aksi peduli lingkungan, serta pentas seni. Menurut Afif selaku bagian kesantrian, seluruh rangkaian kegiatan ini melibatkan sekitar 1.000 santri dan 200 asatidz. Besarnya jumlah peserta menunjukkan antusiasme keluarga besar Al-Fatah dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri.

Memasuki hari berikutnya, semangat para santri kembali diwujudkan melalui pelaksanaan apel akbar. Kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kesantrian, kedisiplinan, dan pengabdian. Tidak berhenti pada kegiatan seremonial, para santri juga diajak menunjukkan kepedulian melalui pawai dan aksi cinta lingkungan.

Santri tingkat MI mengikuti pawai yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan dasar. Sementara itu, santri MTs dan MA melanjutkan kegiatan dengan membersihkan lingkungan sekitar, termasuk area yang berada di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, para santri belajar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pribadi, melainkan juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Rangkaian peringatan Hari Santri kemudian ditutup dengan pentas seni yang berlangsung pada sore hingga malam hari. Berbagai penampilan, mulai dari pembacaan puisi hingga drama, menjadi wadah bagi para santri untuk mengekspresikan kreativitas dan menunjukkan bakat mereka. Suasana kebersamaan pun terasa semakin kuat ketika para santri menampilkan karya dan kemampuan terbaiknya di hadapan para penonton.

Di balik beragam kegiatan tersebut, tersimpan pesan penting tentang peran santri dalam kehidupan bermasyarakat. Afif menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri tidak semestinya hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga momentum untuk mengingatkan para santri agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, bahkan dunia internasional. Salah satu wujudnya dapat dilakukan melalui kegiatan bakti sosial dan berbagai aksi kemanusiaan.

“Santri itu bukan hanya label, tapi harus punya nilai plus, memberi keteladanan kepada masyarakat, dan selalu melakukan kebaikan,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa menjadi santri bukan semata-mata tentang menuntut ilmu agama, melainkan juga tentang bagaimana ilmu dan nilai-nilai yang dipelajari dapat diwujudkan dalam tindakan nyata. Santri diharapkan mampu menjadi teladan, menghadirkan manfaat, serta mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Melalui rangkaian peringatan Hari Santri ini, pihak Pesantren Al-Fatah berupaya menanamkan semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan kreativitas kepada para santri. Nyala obor yang menerangi malam menjadi gambaran semangat yang diharapkan terus hidup dalam diri setiap santri, tidak hanya bersinar di lingkungan pesantren, tetapi juga membawa manfaat bagi agama, masyarakat, dan negara. (Iffah Nazhifah)

Lebih baru Lebih lama