![]() |
| Sumber Foto: Budi Nur Salekhah |
Dalam keterangannya, Afif menyebutkan bahwa peringatan Hari Santri tahun ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Agenda tersebut diawali dengan pawai obor pada malam hari, kemudian dilanjutkan dengan apel bersama serta aksi peduli lingkungan melalui kegiatan kerja bakti di sekitar pondok pesantren.
Selain kegiatan tersebut, pesantren juga menggelar pentas seni pada sore hingga malam hari. Para santri menampilkan beragam kreativitas, di antaranya pembacaan puisi dan pertunjukan drama.
Afif menilai bahwa Hari Santri tidak seharusnya dipandang hanya sebagai perayaan tahunan. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran santri terhadap tanggung jawab mereka dalam kehidupan sosial, berbangsa, dan berkontribusi di tingkat internasional.
Ia juga mengingatkan bahwa identitas santri harus tercermin melalui perilaku dan tindakan sehari-hari. Menurutnya, santri perlu menjaga karakter khas pesantren dengan membiasakan diri berbuat baik serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
Menutup wawancara, Afif mengajak seluruh santri di Indonesia, terutama keluarga besar santri Al-Fatah di berbagai wilayah, untuk mensyukuri kesempatan belajar di lingkungan pesantren. Ia menekankan pentingnya mempertahankan kebiasaan baik dan menaati aturan meskipun kelak tidak lagi berada dalam pengawasan langsung.
“Menjadi santri adalah sebuah anugerah dan takdir luar biasa yang diberikan Allah. Kita mendapatkan lingkungan, budaya, dan aturan yang baik. Maka, sampai kapan pun teruslah menjadi baik dan mengikuti aturan pesantren, meskipun nantinya sudah tidak ada hukuman,” pesannya.
Adapun apel bersama dalam rangkaian peringatan tersebut diikuti sekitar 1.000 santri dan 200 asatiz atau tenaga pengajar. Kehadiran para peserta turut memeriahkan peringatan Hari Santri sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi. (Indah Azzahra)
