![]() |
| (Sumber Foto : Syarifatul Sufiah) |
BASHIRAHNEWS.COM, CILEUNGSI — Organisasi Mahasiswa (Ormawa) STAI Al-Fatah menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musker) periode 2026–2027 pada Sabtu (17/10/2026), yang berlangsung di Gedung STAI Al-Fatah, Ruang 1 dan 2. Kegiatan ini mengusung tema “BANGKIT: Mewujudkan Lingkaran Solidaritas Mahasiswa yang Suportif dan Berdampak.”
Kegiatan ini menjadi momentum bagi organisasi mahasiswa untuk menyatukan visi, menyusun program kerja, serta memperkuat koordinasi antarlembaga selama satu periode kepengurusan.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Al-Fatah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua BEM STAI Al-Fatah, Pembina Ormawa, dan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua BEM STAI Al-Fatah, Faris Al Mujahid Al Anshori. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Musker bukan sekadar forum untuk menyusun program kerja, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan membangun tanggung jawab bersama.
Ia berharap setiap program yang dirancang dapat dilaksanakan dengan penuh amanah serta memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh pengurus menjadikan organisasi sebagai ruang belajar, berjuang, dan berkontribusi dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Angga Aminudin, M.I.Kom., selaku Pembina Ormawa STAI Al-Fatah.
Selanjutnya, Bapak Imam Santoso, S.Sos.I., M.I.Kom., selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAI Al-Fatah, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Musker secara resmi. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran untuk mengasah keterampilan, kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi mahasiswa agar dapat diterapkan di tengah masyarakat.
“Organisasi ini seharusnya menjadi sebuah ajang pembelajaran, ibaratnya pisau itu harus senantiasa diasah,” tutur Bapak Imam.
Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Ketua BEM dan Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Agenda utama kemudian memasuki sesi penyampaian program kerja yang dibagi menjadi empat bagian, yaitu program kerja BEM dan para menteri, UKM Bashirah Media, UKM Lembaga Dakwah Kampus (LDK), serta UKM Mahasiswa Al Fatah Lintas Alam Raya (MALTARA).
Setiap organisasi diberikan kesempatan untuk memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan selama periode kepengurusan 2026–2027. Sesi ini menjadi ruang untuk membahas arah kegiatan, memperkuat koordinasi, serta menyelaraskan langkah antarlembaga mahasiswa.
Rangkaian Musker ditutup dengan pembacaan dan pengesahan hasil musyawarah, doa bersama, serta sesi foto bersama.
Melalui Musker Ormawa STAI Al-Fatah periode 2026–2027, semangat BANGKIT diharapkan dapat diwujudkan melalui solidaritas, komunikasi yang baik, dan kolaborasi antarorganisasi. Dengan demikian, organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi wadah penyusunan program kerja, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membentuk mahasiswa yang terampil, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kampus maupun masyarakat. (Aisyah Rahmadhani)
