
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid
(foto : beritajatim.id)
BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid (HNW), menyambut baik keberhasilan Pakistan dalam memprakarsai kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini dinilai krusial untuk menghindarkan dunia dari ancaman perang dunia ketiga serta krisis ekonomi global yang menghantui.
Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (8/4/2026), HNW menegaskan bahwa stabilitas ini sangat penting bagi dunia Islam, terutama dalam menjaga kelancaran ibadah haji 2026 dan menjamin keselamatan para calon jemaah.
Perluasan Cakupan Perdamaian
Agar perdamaian di kawasan Timur Tengah bersifat menyeluruh, HNW mengusulkan agar agenda pembahasan lanjutan di Islamabad pada 10 April 2026 mendatang diperluas.
Ia meminta agar gencatan senjata tidak hanya terbatas pada AS-Iran dan Lebanon, tetapi juga mencakup perlindungan bagi negara-negara Teluk dan penghentian serangan Israel atas Palestina.
“Gencatan senjata harus secara definitif meliputi penghentian serangan bersenjata atas Palestina, termasuk Gaza dan West Bank, serta penghentian penutupan Masjid Al Aqsha oleh Israel. Usulan ini selaras dengan aspirasi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Palestina,” ujar Hidayat.
Politisi senior ini menambahkan bahwa negara-negara di kawasan Teluk seperti Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan Oman juga terdampak langsung oleh ketegangan tersebut, sehingga perlindungan terhadap kedaulatan mereka harus menjadi poin tambahan dalam negosiasi permanen nanti.
Mendorong Peran Diplomasi Indonesia
HNW juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif sebagai mediator, sesuai amanat UUD NRI 1945. Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis karena hubungan baik Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump, serta status Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar yang dihormati oleh Iran.
“Kementerian Luar Negeri perlu menjalin komunikasi lebih intensif dengan Pakistan, Iran, dan AS. Meski secara geografis jauh, Indonesia punya tanggung jawab moral mewujudkan perdamaian abadi, setidaknya memastikan gencatan senjata ini permanen hingga selesainya musim haji 2026,” jelasnya.
Kritik Terhadap Sabotase Israel
Lebih lanjut, HIdayat Nur Wahid mengingatkan Presiden AS Donald Trump agar waspada terhadap ambisi PM Israel Benjamin Netanyahu. Menurutnya, Israel merupakan satu-satunya pihak yang menunjukkan indikasi ingin menyabotase perundingan damai Pakistan tersebut dengan terus menyerang Lebanon.
“Presiden Trump diharapkan dapat berpikir lebih jernih dan tidak terjebak dalam permainan Netanyahu yang tidak menginginkan perdamaian. Biang kerok ketidakstabilan di kawasan ini adalah sikap Israel yang terus memicu peperangan,” tegas nya.
Ia berharap perundingan di Islamabad esok dapat menghasilkan kesepakatan yang inklusif, mencakup pembukaan kembali Masjid Al Aqsha, dan menjadi langkah nyata menuju kemerdekaan bangsa Palestina. [Adhia Cut Nyak Dien]
Sumber: Siaran Pers Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid.