![]() |
| Foto dok Bashirah Media |
BASHIRAH NEWS.COM, BOGOR — Aqsa Working Group (AWG) menggelar aksi darurat bela Palestina & Masjid Al-Aqsha, di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Sabtu (14/03). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk respon dan protes atas ditutupnya komplek masjid Al-Aqsha oleh Israel yang telah berlangsung lebih dari 15 hari pada bulan Ramadhan ini.
Aksi yang digelar pada pekan terakhir di bulan suci Ramadhan tersebut mengusung tema "Tidak Ada Kompromi atas Penodaan Al-Aqsha: Muslim Bangkit Berjamaah Lawan Tirani Zionisme".
Sebelumnya aksi ditiadakan sementara pada bulan Ramadhan dengan tujuan agar umat Islam bisa lebih fokus untuk beribadah.
Dalam sambutannya, Ketua Presidium AWG, Muhammad Anshorullah, turut mengajak seluruh peserta aksi yang hadir untuk bersumpah terus membela dan mendukung kemerdekaan masjid Al-Aqsha dan Palestina.
"Allah menyaksikan sumpah kita" ucap Anshorullah diakhir sambutannya.
Aksi tersebut dihadiri mayoritas orator perempuan, di antaranya Aktivis HAM; Elzafira, Aktivis Perempuan & Alumni Saladin Camp; Thalia Isavani, Pegiat medsos Al-Aqsha; Taqarrabie, serta Adzra dan Haura dan beberapa pengisi aksi lainnya.
Momentum tersebut disengaja bertepatan dengan semangat Hari Perempuan Sedunia yang diperingati pada 8 Maret lalu. Serta menjadi bentuk suara atas korban dan tahanan Palestina yang tidak sedikit dari kalangan perempuan.
Dalam orasinya, Ustadz Zaitun Rasmi mengingatkan seluruh peserta bahwa puasa yang dilakukan adalah bentuk solidaritas untuk saudara kita yang sedang menderita.
"Puasa ini sesungguhnya adalah ajaran solidaritas kepada saudara kita yang menderita. Mari terus bersuara sampai Palestina merdeka."
Rangkaian aksi dimulai pada pukul 16.30 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, di lanjutkan dengan sambutan Ketua Presidium, orasi para ulama dan aktivis, serta pembacaan puisi.
Acara ditutup dengan pembacaan pernyataan resmi (statement) oleh Humas AWG, Angga Aminudin, mengenai penutupan komplek Al-Aqsha di bulan suci Ramadhan 1447 H. Acara aksi kemudian diakhiri dengan buka puasa bersama seluruh peserta di lokasi aksi bela Palestina. [Iffah Nazhifah]

