![]() |
| Foto : Annisa Widya Putri |
BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR–Mengawali tahun baru 2026 dengan semangat kreativitas, mahasiswa semester satu Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah sukses menggelar pementasan drama teatrikal yang memukau. Acara ini berlangsung khidmat di Gedung STAI Al-Fatah, Bogor, pada Kamis (1/1/2026).
Pementasan ini merupakan kolaborasi apik antara mahasiswa baru Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Ekonomi Syariah (Eksyar). Sinergi antarprodi ini menjadi wadah ekspresi seni sekaligus media penyampaian pesan moral yang mendalam bagi masyarakat kampus dan warga sekitar.
Dua Kisah Sejuta Makna
Dua naskah drama dipilih untuk menggetarkan panggung teatrikal kali ini. Drama pertama, "Pada Suatu Hari", membawa penonton menyelami konflik emosional sehari-hari yang sering kali diabaikan. Drama ini secara tajam menyoroti bahwa di balik rutinitas yang tampak sederhana, tersimpan bahaya dan dampak besar yang membutuhkan kepekaan jiwa.
Panggung kemudian beralih ke drama kedua bertajuk "Matahari di Suatu Jalan Kecil". Kisah ini menggambarkan perjuangan batin dan harapan di tengah keterbatasan. Melalui akting yang memikat, para mahasiswa ingin mengingatkan bahwa sekecil apa pun peran seseorang dalam kehidupan, ia layak untuk diperjuangkan dan diberi makna.
Apresiasi dan Harapan
Ketua Prodi Ekonomi Syariah, Angga Aminuddin, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas keberanian mahasiswa semester awal ini.
"Ini adalah pentas drama kedua oleh mahasiswa STAI yang saya saksikan secara langsung, meskipun secara historis ini sudah menjadi pementasan yang ketiga," ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya kesinambungan dalam berkarya. "Jangan jadikan ini sebagai pengalaman pertama dan terakhir. Teruslah berkembang dan asah talenta ini ke depannya," tambah Angga memberi semangat.
Pesan Moral yang Menyentuh Penonton
Keberhasilan para aktor muda ini dalam menghidupkan karakter dirasakan langsung oleh penonton. Rani Indriyani, salah satu penonton, mengaku sangat tersentuh dengan penampilan para mahasiswa.
"Penampilannya terasa sangat emosional. Dari drama pertama, kita diajarkan untuk tidak menilai orang hanya dari tampilan luar atau terburu-buru menyimpulkan baik-buruknya seseorang," tutur Rani. "Sedangkan dari drama kedua, ada pelajaran berharga agar kita tidak mengambil keputusan penting dalam keadaan emosi."
Acara yang berlangsung selama dua setengah jam ini dihadiri oleh pimpinan manajemen STAI Al-Fatah, para dosen, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Pementasan ini membuktikan bahwa seni teatrikal mampu menjadi sarana dakwah dan edukasi yang efektif dalam menyentuh sisi kemanusiaan di awal tahun yang baru
