Atasi Kemacetan Lintas Batas Pemprov DKI Jakarta Siapkan Dua Rute TransJabodetabek

 (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR
Pemerintah Provinsi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rencana pembukaan dua rute baru TransJabodetabek guna menjawab tingginya permintaan mobilitas pekerja lintas provinsi. Hal tersebut disampaikan Pramono dalam acara Pembangunan Entrance Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A, dikutip CNN Indonesia, Selasa (20/01). 

Dua rute yang menjadi prioritas utama adalah koridor Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan Cawang menuju kawasan industri Jababeka.

Fokus pada Titik Lelah Pekerja

Pramono menjelaskan bahwa pemilihan rute ini didasarkan pada data kebutuhan lapangan yang signifikan, terutama bagi para pekerja komuter.

"Kami akan membuka rute-rute baru. Yang pertama yang dari laporan Bapak Kepala Dinas Perhubungan adalah dari Blok M ke Bandara," ujar Pramono di sela acara Pembangunan Entrance Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A, Selasa (20/1).

Ia menambahkan, jalur menuju kawasan industri menjadi krusial karena volume pekerja yang masif. "Dari Cawang ke Jababeka. Kenapa itu dilakukan? Karena memang pekerja kita di Jababeka itu cukup tinggi dan kebutuhannya juga tinggi," sambungnya.

Diplomasi Transportasi Lintas Provinsi

Mengingat rute ini melintasi batas administratif Jakarta, Pemprov DKI kini sedang dalam tahap pematangan regulasi. Pramono mengaku telah melakukan koordinasi awal dengan pihak Kementerian Perhubungan agar izin operasional dapat segera diterbitkan.

"Makanya tadi saya bisik-bisik kepada Pak Dirjen Perkeretaapian untuk disampaikan Bapak Menteri Perhubungan secara resmi supaya ini bisa kita atasi," ungkapnya.

Target Pemanfaatan 30 Persen

Meskipun saat ini tingkat konektivitas TransJakarta sudah menyentuh angka 92 persen, tingkat pemanfaatan (utilitas) oleh masyarakat nyatanya masih berada di kisaran 23,4 hingga 25 persen. Masih banyaknya warga yang bergantung pada fasilitas park and ride dinilai sebagai indikasi bahwa ketergantungan pada kendaraan pribadi belum sepenuhnya terputus.

"Kan masih banyak yang kemudian berangkat ke kantor naik kendaraan pribadi atau menitipkan kendaraan pribadi di park and ride dan kemudian dia menggunakan transportasi umum, kemudian dia kembali lagi ke transportasi pribadi," tutur Pramono.

Pramono menargetkan adanya pergeseran gaya hidup bertransportasi secara konsisten. Ia optimistis jika angka pemanfaatan angkutan umum naik ke level 30 persen, beban kemacetan di Jakarta akan berkurang secara signifikan.

"Nah, saya inginnya kalau masyarakat kita sudah menggunakan katakanlah 30 persen secara terus-menerus, secara signifikan, itu pasti akan mengurangi kemacetan di Jakarta," pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama