
Photo by Auralya Finandiya Putri
BASHIRAHNEWS.COM, BOGOR – Kesadaran akan bahaya narkotika dan pentingnya kesehatan mental menjadi fokus utama dalam acara Seminar Penyuluhan Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya) yang diselenggarakan pada Jumat (28/11) bertempat di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al Wafa, Cileungsi Bogor.
Seminar dengan tema " High on Life, Not on Drugs" tersebut diselenggarakan oleh Mentri Sosial Masyarakat BEM STIS Al Wafa, untuk memberikan edukasi mendalam kepada masyarakat dan mahasiswa tentang dampak buruk narkoba serta cara menjaga gaya hidup sehat tanpa Napza.
Kenali Jenis dan Bahaya Narkoba
Seminar yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.20 WIB ini menghadirkan narasumber tunggal, Dr. Syarhril Dahlan CT., CHT., Kepala Rehabilitasi Narkoba.
Dalam penyampaiannya, Syahril Dahlan menerangkan berbagai jenis narkoba yang marak tersebar di Indonesia. Sesi ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif dan entertainment, dengan pemberian pengetahuan tentang ciri-ciri seseorang yang sudah kecanduan obat-obatan terlarang. Pemahaman ini penting agar peserta lebih waspada dan sadar akan bahaya narkoba bagi masa depan.
Bogor Timur Masuki "Zona Merah"
Dalam sambutannya Presiden Mahasiswa Al Wafa, Ramadhan Hutabarat menyoroti posisi Indonesia yang disebutnya sebagai negara dengan pengguna narkoba terbesar di dunia.
"Indonesia menjadi negara terbesar dunia yang menggunakan narkoba. Pemuda hari ini adalah masa depan bangsa, apabila baik maka baik pula masa depan bangsa, apabila buruk buruk juga masa depan bangsa," ujar Ramadhan.
Ia menambahkan bahwa filosofi acara ini adalah membentuk himpunan atau komunitas yang fokus pada perlawanan terhadap narkotika, khususnya di Bogor Timur yang menurutnya sudah memasuki zona merah.
Motivasi Hidup Sehat dan Jauhi Narkoba
Menurut panitia penyelenggara seminar, Zaidan Nashih Ulwan, tujuan inti dari kegiatan ini adalah memberikan dorongan positif bagi peserta.
"Jadi tujuan dari seminar penyuluhan ini. Kita mau lewat kegiatan ini, peserta bisa dapet wawasan baru, motivasi hidup sehat, dan semangat positif buat jalanin aktivitas sehari-hari. Intinya biar temen-temen bisa jadi generasi sehat, cerdas, dan pastinya bisa jauh dari Narkoba," jelas Zaidan.
Antusiasme peserta pun terlihat jelas. Salah satu peserta, Lutfi, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti seminar.
"Seminar tadi cukup membuka pengetahuan saya akan narkoba. yang tadinya saya cuman tahu narkoba itu sekedar bahaya saja tapi saya sekarang lebih tahu lagi bahaya narkoba itu apa saja, jadi perasaan saya itu sangat senang karena bisa mendapatkan pengetahuan lebih tentang bahaya narkoba," kata Lutfi.
Lutfi juga menambahkan bahwa ia mendapat pemahaman baru mengenai akar masalah kecanduan:
"Seperti jenis-jenis narkoba apa saja yang lebih paling berbahaya dan bahaya terkecil, seperti rokok, karena kalau kita lihat dari kehidupan langsung atau sosialisasi langsung itu dari rokok kita bisa beranjak ke miras, dari miras kita bisa beranjak ke narkoba atau obat-obatan. Dari hal-hal yang tidak kita ketahui yang menurut kita umumnya biasa saja tapi yang sebenarnya itu awal dari narkoba sendiri."
Sebagai penutup, ia berpesan kepada generasi muda: "Para pemuda dan pemudi terutama di era digitalisasi sekarang, pintar-pintarlah dalam bergaul dan pilih-pilihlah teman dalam bergaul, kalau bisa kita yang bisa mengubah warna yang sudah ada di kehidupan itu."
Melalui kegiatan seminar ini, panitia dan pihak penyelenggara berencana membentuk sebuah komunitas atau himpunan yang secara berkelanjutan akan berfokus pada upaya pencegahan dan pelarangan narkotika.
Komunitas ini diharapkan dapat menjadi wadah aktif bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor Timur, untuk bersinergi dan bergerak bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman penyalahgunaan Napza. [ Bahrul Ikhsan Al Buhori ]
