![]() |
| Annisa Theresia (Kak Tere) bersama Maqdisy Cilik Melakukan Orasi Sembari Pawai. (Foto dokumentasi panitia) |
BASHIRAH NEWS.COM, BOGOR — Panitia Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2025 mengikuti kegiatan Aksi Maqdisy Heroes Long March yang diinisiasi oleh Yayasan Wasilah (Wadah Silaturahmi Ummat) di area Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, pada Ahad (9/11).
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Maqdisy Talent Hunt 1447 H, sebuah ajang pencarian bakat bagi anak-anak berusia di bawah 14 tahun yang digagas oleh Annisa Theresia (Kak Tere). Program ini bertujuan melahirkan pejuang-pejuang cilik yang berani bersuara dan menyerukan pentingnya literasi tentang Baitul Maqdis sejak dini. Oleh Kak Tere, mereka disebut sebagai “Maqdisy cilik.”
Dengan ikat kepala, kefiyeh khas Palestina dan membawa berbagai poster, para Maqdisy Cilik ini dibagi menjadi beberapa regu. Ada Regu Ismail Haniyeh, Regu Abu Ubaidah, Regu Hind Rajab, Regu Yahya Sinwar dan Regu Anas Al Syarif, para pahlawan Gaza.
Setiap regu dipimpin oleh Finalis Maqdisy Talent Hunt 1447H, didampingi kakak-kakak volunteer dan orang tua mereka, semua mengikuti long march dengan penuh semangat.
Sebagian peserta terlihat membawa foto para Pahlawan Indonesia. Ada Mohammad Natsir, Agus Salim, HR Rasuna Said, Bung Tomo, bahkan Abdul Kahar Mudzakkir, tokoh perumus Pancasila, yang sebelum kemerdekaan telah menginisiasi Muktamar Alam Al Islamiy, sebuah perhelatan internasional di tahun 1931, yang diadakan untuk membantu perjuangan Palestina di masa itu.
Mereka melakukan pawai dan orasi singkat, disandingkan dengan para influencer aktivis yang banyak bersuara mengenai Palestina, yaitu Kak Tere, Kak Wanda Hamidah, Kak Chiki Fawzi, Kak Elsa Masyita, dan Kak Armiya Husein.
Menurut penanggung jawab kegiatan, Kak Tere, aksi ini menjadi pondasi penting dalam menanamkan kesadaran literasi Baitul Maqdis kepada anak-anak sejak dini.
“Long march adalah teladan yang pernah ditunjukkan Rasulullah di Makkah, bahkan ketika jumlah Muslim baru 40 orang setelah Umar bin Khattab masuk Islam,” ujar Kak Tere.
“Aksi ini mempertemukan para pejuang cilik Baitul Maqdis yang telah berkarya melalui puisi, buku, kerudung, orasi, dan lainnya. Melalui kegiatan ini kita membangun collective consciousness (kesadaran kolektif) dan collective action (aksi kolektif) menuju gerakan global,” tambahnya.
“Setiap langkah kecil memiliki arti besar. Kita tidak akan sampai pada kekuatan berskala global tanpa memulainya dari gerakan sederhana seperti ini,” tutupnya.
![]() |
| Foto: Aksi Maqdisy Heroes Long March, CFD Sudirman, 09 November 2025. (Foto dokumentasi panitia) |
Momen Maqdisy Long March ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, saat bangsa Indonesia mengenang perjuangan rakyat Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo melawan penjajahan.
"Kita tidak boleh melupakan sejarah, Indonesia memiliki sejarah panjang melawan penjajahan, dan pada saat itu Palestina melalui syekh Amin al-Husaini membantu pengakuan kedaulatan Indonesia," jelas kak Tere, menegaskan bahwa solidaritas terhdap Palestina juga diperkuat oleh catatan historis hubungan kedua bangsa.
Di akhir kegiatan, Kak Wanda Hamidah, aktivis Global Sumud Flotilla, turut memberikan motivasi kepada anak-anak peserta. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk Palestina tidak selalu harus melalui perang.
“Dengan kegiatan seperti ini, belajar trntang Baitul Maqdis dan aksi longmarch bersama-sama, kita sudah ikut membela Palestina. Ini adalah bentuk kasih sayang kepada saudara-saudara kita di sana. Free Palestine!” ujar Wanda.
Kak Tere berharap, aksi Maqdisy Heroes Long March dapat berlangsung secara istiqomah, meneruskan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap Palestina yang ditumbuhkan sejak usia dini, melalui kegiatan edukatif, kreatif, dan penuh makna.(Farrah Ulya)

