Covid-19 Akankah Usai?

 

foto : penulis

Oleh Putri Nafsia MuhammadMahasiswi STAI Al Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta Timur, Prodi Komunikasi Penyiaran Islam


BICARA tentang Covid-19 bukanlah suatu hal yang asing lagi. Kita bahkan terlalu kenyang dengan berita soal virus yang selalu menghiasi wajah media, baik media massa maupun media sosial.

Saat ini Indonesia berada dalam sesi kedua darurat Covid-19. Berbagai aturan ditetapkan pemerintah untuk menekan angka kematian akibat virus tersebut. Kemudian kita kembali was-was, apakah akan tiba giliran tubuh kita menjadi mangsa dari amukan virus menyeramkan ini, semoga tidak.

Pertanyaan dalam benak kita semua, "Kapan virus ini musnah?", "Akankah Covid-19 usai?", "Kapan kehidupan kembali normal?"

Saya yakin, bukan saya sendiri yang merindukan kehidupan normal tanpa jarak dan masker di antara kita. Di dalam tembok rumah, harap-harap cemas sambil berdoa. 

Covid-19 bukan sekadar virus yang menyerang tubuh, tapi juga menyerang ekonomi dan kebebasan manusia. Kita terbelenggu dengan aturan wajib swab dan vaksin, kita diharuskan serba online, bahkan baru-baru ini viral sebuah video tukang tambal ban yang disuruh oleh aparat setempat untuk membuka jasa tambal ban dengan virtual. Hah? Kita boleh tertawa sejenak.

Kita mungkin sudah terbiasa untuk memakai masker dan menjaga jarak, tapi maukah selamanya kita hidup dalam aturan seperti ini?

Lahir berbagai teori tentang virus ini. Entah konspirasi atau bukan, saya ingin mengatakan bahwa tidak ada satu pun dari kita yang ingin berada di masa penuh tekanan seperti sekarang. Hidup dengan keraguan soal yakin tidak yakin membuat kepala semakin penuh dengan dugaan tentang Covid-19. 

Segala hal menjadi abu-abu, tanpa sadar kita menua bersama pandemi. Kita kehilangan jiwa sosial, dan memang virus ini memaksa kita menjadi manusia yang tidak semestinya.

Lalu Covid-19 akankah usai? Ini teka-teki bagi kita semua. []

Lebih baru Lebih lama