![]() |
“Dan kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. Karena di hadapan kopi, kita semua sama"
- Dee Lestari -
BASHIRAHNEWS.COM - Hayoo... dari berbagai macam pembaca bashirah siapa di sini yang suka ngopi?
Budaya ngopi memang sudah populer sejak lama di Indonesia. Wajar saja, banyak anak muda yang ngopi sambil ngerjain tugas kuliah atau hanya sekedar kongkow bersama teman-teman.
Selain itu, banyak sekali outlet tempat ngopi baik dari dalam ataupun luar negeri tersebar di berbagai kota. Akan tetapi apakah kamu sudah tahu tentang seluk beluk kopi Indonesia itu sendiri?
Berikut ini fakta-fakta perkopian di Indonesia.
Perkopian di indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan yang begitu setabil. Pada tahun 2017, angka produksi kopi Indonesia adalah 716,1 ribu ton, meningkat menjadi 756 ribu ton pada tahun 2018, kemudian meningkat lagi pada tahun 2019 sebesar 761,1 ribu ton.
Inilah provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia :
1. Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi ini mencapai 196 ribu ton pada tahun 2019.
Angka produksi ini lebih besar dari produksi 2 tahun sebelumnya, yaitu 193,5 ribu ton pada tahun 2018, dan 184 ribu ton pada tahun 2017.
2. Provinsi lampung
Pada tahun 2017, Provinsi Lampung mampu memproduksi 107,2 ribu ton kopi, angka ini meningkat pada tahun 2018 sebesar 110,6 ribu ton, kemudian menurun tipis pada 2019 sebesar 110,3 ribu ton.
3. Provinsi Sumatera Utara
Pada tahun 2019, Sumatera Utara penyumbang produksi kopi sebesar 72,3 ribu ton. Jumlah ini lebih besar dari angka produksi dua tahun sebelumnya, yaitu 71 ribu ton di tahun 2018, dan 67,4 ribu ton pada tahun 2017.
4. Provinsi Aceh
Pada tahun 2019, total produksi tanaman kopi di Provinsi Aceh sebesar 71,2 ribu ton. Angka ini lebih besar dari produksi tahun sebelumnya, yaitu 70,8 ribu ton tahun 2018, dan 68,5 ribu ton di tahun 2017.
5. Provinsi Jawa Timur
Jawa Timur adalah provinsi penghasil kopi terbesar di pulau Jawa. Kapasitas produksi kopi di Jawa Timur pada tahun 2017 sebesar 64,8 ribu ton, tahun 2018 turun tipis menjadi 64,5 ribu ton. Pada tahun 2019 kapasitas produksi kopi di Jawa Timur meningkat signifikan menjadi 66,7 ribu ton.
6. Provinsi Bengkulu
Pada tahun 2019, kapasitas produksi tanaman kopi di Bengkulu mencapai 58,5 ribu ton. Meskipun secara kapasitas angka produksi ini lebih rendah dari tahun 2018 sebesar 60,3 ribu ton, dan 58,9 ribu ton pada tahun 2017.
7. Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Selatan adalah daerah penghasil kopi terbesar di luar Sumatera dan Jawa. Kapasitas produksi tanaman kopi di Sulawesi Selatan pada tahun 2017 sebesar 33,1 ribu ton. Kemudian meningkat tipis pada 2018 sebesar 34,7 ribu ton. Pada tahun 2019, produksi tanaman kopi Sulawesi Selatan turun dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 33,4 ribu ton.
Masyarakat Indonesia kenal sebagai penduduk yang gemar ngopi
Fakta menunjukan 6 dari 10 orang di Indonesia gemar akan kopi. Para penyuka kopi ini bisa di gambarkan seperti para penyuka teh di negara sakura Jepang dan Tiongkok.
![]() |
Penghasil kopi terbesar di dunia
Indonesia pernah berdiri di peringkat 3 besar penghasil kopi terbesar di dunia pada tahun 2012-2013.
Sekarang Indonesia sendiri masuk di urutan ke 4 dalam barisan penghasil kopi terbesar di dunia dengan catatan 660.000 ton untuk tahun ini. Di urutan pertama ada brazil dengan 2592000 ton. lalu kedua ada vietnam 1650000 ton dan yang ketiga ada colombia dengan 810000 ton.
Kita wajib bangga terhadap negara kita ini meski tergeser menjadi 4 besar dalam urutan penghasil kopi terbesar di dunia.
Kopi-kopi terbaik di dunia
1. Mocha Java
Kopi ini biasa tumbuh di daerah perbukitan lereng Menoreh, Kulonprogo, Yogyakarta. Terdapat dua jenis, yakni Mocha Java single dan double yang diproses dengan cara berbeda.
2. Tanzania Peaberry
Tanzania Peaberry ini tumbuh di Gunung Semeru dan Gunung Kilimanjaro. Kekayaan rasanya yang memadukan kismis, cokelat, dan pahit amat tersohor. Teksturnya sedikit kental dan beraroma buah. Ketika diminum, kamu akan merasakan rasa asam dan manis secara bergantian.
3. Hawaii Kopi
Kopi asal Hawaii ini ditanam di Mauna Loa dan Gunung Api Hualalai. Hasilnya, kamu bisa merasakan kopi Arabika yang rasanya ringan, lembut, dan beraroma kuat. Inilah salah satu jenis kopi termahal di dunia.
4. Nicaragua
Kopi robusta yang satu ini merupakan jenis terbaru yang sedang populer tahun ini. Sesuai namanya, bijinya dibudidayakan di Nueva Guinea, Nicaragua. Karena pengaruh wilayah, rasanya jadi manis di lidah dan harum.
5. Sumatera Mandheling
Sumatera memiliki banyak jenis kopi, salah satu yang terbaik adalah Mandheling. Varian Mandheling Arabika sudah dikenal dunia sejak 1878-an. Sebuah kopi istimewa yang mampu menghadirkan cita rasa kuat, tingkat keasaman medium, cita rasa floral, dan after taste yang unik.
Jenis yang satu ini dapat tumbuh dengan baik dengan ketinggian mencapai 1.200 kaki di atas permukaan laut. Salah satunya di wilayah Lintong dekat Danau Toba.
6. Sulawesi Toraja
Belum lengkap rasanya kalau berkunjung ke Tana Toraja tanpa menikmati kopi Arabikanya. Aromanya begitu spesial dengan tingkat keasaman rendah. Selain itu, kamu juga bisa merasakan cita rasa floral dan fruity.
7. Harari
Sebagai salah satu awal mula ditemukan biji kopi pertama kali, Ethiopia memiliki varian terbaiknya. Di Harrar, Ethiopia, kamu bisa menemukan Harari dengan kualitas biji kopi mengagumkan. Rasanya juga sangat unik, terasa anggur, buah, bunga, dan pedas.
Indonesia masuk kategori kopi termahal di dunia
Indonesia sendiri masuk dalam urutan ke 12 kopi termahal di dunia dengan kopi andalannya yaitu kopi luak dengan harga 2,3 juta per 450 gramnya.
Nah gimana nih para penggemar kopi?
Semoga fakta-fakta di atas bisa menambah wawasan tentang kopi yang mana negara kita ini ternyata memiliki kiprah yang baik di dunia perkopian.
Tetap semangat dan jangan lupa ngopi. [Syahrus Sidieq]

