KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda, 460 Penumpang dan Kru Selamat

(Sumber Foto : Ahmad Luthfi)

BASHIRAHNEWS.COM, Cilegon, Banten – Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi terbakar di perairan Selat Sunda, tak jauh dari Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10) sore, dikutip dari CNN Indonesia. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.

Insiden dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.15 WIB, saat kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Bakauheni pukul 14.52 WIB dan sedang menuju Pelabuhan Merak.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menyebut api diduga berasal dari area buritan, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil. "Dugaan sementara ada percikan dari area buritan kapal, tapi hal ini masih kami dalami," ujarnya. Namun, laporan awal kepada Vessel Traffic Service (VTS) Merak menyebutkan api berasal dari kamar mesin. Perbedaan keterangan ini masih perlu dipastikan penyelidikan.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha, mengatakan petugas VTS segera menyampaikan keadaan darurat dan mengoordinasikan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, dan instansi terkait.

Berdasarkan data Kantor SAR Banten, sebanyak 460 orang dievakuasi, terdiri dari 420 penumpang dan 40 kru kapal. Pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan seluruh penumpang dan awak telah dipindahkan ke kapal tersebut. Sebanyak 11 orang menjalani penanganan medis lanjutan di RS Krakatau Medika, Cilegon.

Sebanyak 18 kapal dan unsur pendukung dikerahkan, di antaranya KMP Royce 1, KN SAR Tetuka, KN Jembio, KP Sanjaya, KPLP Jembio, KAL Deli, kapal tunda, kapal patroli, kapal nelayan dan masyarakat, serta unsur kepabeanan. Pada pukul 21.25 WIB, TB Karya Pacific 2291 melaporkan proses evakuasi dan pemadaman telah selesai. Empat kapal tunda masih diperlukan untuk mendukung penanganan sebelum TB Karya Pacific 2291 kembali ke Ciwandan.

Penyebab pasti kebakaran masih didalami. Windy menyatakan ASDP akan berkoordinasi dengan Basarnas dan kepolisian. Tim SAR gabungan tetap siaga di posko untuk memantau perkembangan dan mengantisipasi kebutuhan penanganan lanjutan. (Adhia Cut Nyak Dien)

Lebih baru Lebih lama