Tersembunyi di Puncak Dua: Dua Curug yang Bikin Kamu Lupa Pulang

Sumber foto : dok. Aurallya Finandiya 


Oleh Aurallya Finandya Putri | Mahasiswa Semester VI Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, STAI Al-Fatah

Ada tempat di mana suara kota benar-benar lenyap, bukan sekedar teredam, tapi hilang total digantikan gemericik air dan desir daun. Curug Cidulang Khayangan di kawasan Puncak Dua, Sukamakmur, adalah salah satu tempat itu. Tersembunyi di balik jalur yang menantang namun memanjakan mata, kawasan ini menyimpan bukan satu, tapi dua air terjun yang masing-masing punya karakternya sendiri.

Curug Cidulang

Air terjun bertingkat dengan kolam alami di dasarnya. Aliran airnya jernih dan deras, membentuk tirai putih di tengah dinding batu yang ditumbuhi lumut hijau. Cocok untuk berenang dan bermain air.

Curug Khayangan

Sang kakak yang lebih dramatis. Disebut khayangan karena suasananya seperti negeri atas awan — kabut tipis menyelimuti dinding tebing, dan airnya jatuh dengan megah di antara pepohonan tua.

Dari Jakarta atau Depok, perjalanan menuju Puncak Dua bisa ditempuh melalui Cileungsi atau Sentul, lalu mengikuti Jalan Raya Puncak Dua yang terkenal dengan kontur naik-turunnya. Jalanan memang menantang di beberapa titik aspalnya berganti kerikil tapi di setiap tikungan, hamparan sawah dan lembah hijau menjadi hadiah visual yang tak ternilai.

Setelah memarkir kendaraan, pengunjung akan menjalani trekking ringan selama 15 hingga 30 menit melewati jalan setapak yang menyatu dengan hutan. Jalurnya ramah untuk pemula dan bahkan anak-anak. Udara semakin dingin, suara burung semakin ramai, dan tiba-tiba suara gemuruh air menyambut dari kejauhan.Begitu tiba di tepi curug, semua lelah di perjalanan langsung terbayar lunas. Air terjunnya jernih, dingin, dan suasana di sekelilingnya membuat kamu betah berlama-lama.

Curug Cidulang Khayangan bukan sekadar destinasi foto. Di kolam alami bawah Curug Cidulang, pengunjung bisa berenang dan bermain air sepuasnya. Airnya yang jernih dan sejuk adalah antidot sempurna dari kepenatan perkotaan. Sementara di sekitar area curug, puluhan spot foto Instagramable menanti dari tebing alami berlumut hingga jembatan kecil melintasi aliran sungai.

Bagi yang ingin memperpanjang petualangan, tersedia camping ground yang luas dan pilihan glamping serta cabin dengan fasilitas lengkap. Menikmati secangkir kopi di tengah suara alam sambil menunggu matahari terbit di atas lembah Sukamakmur? Itu bukan mimpi di sini.

Bagi yang memilih untuk bermalam, pengalaman di bawah langit terbuka Puncak Dua adalah sesuatu yang sulit terlupakan. Tanpa polusi cahaya kota, bintang-bintang tampak lebih jelas, dan suara curug yang mengalir sepanjang malam menjadi nyanyian pengantar tidur alami. Pagi harinya, kabut tipis yang menyelimuti lembah membuat suasana seperti bukan dunia nyata.

Curug Cidulang Khayangan adalah bukti bahwa surga kecil masih ada, dan letaknya bukan di pulau terpencil yang butuh penerbangan panjang. Ia ada di balik jalur berliku Puncak Dua, menunggu siapapun yang bersedia menempuh perjalanan. Begitu kamu tiba, kamu akan mengerti mengapa banyak yang lupa untuk pulang.

“Alam tidak terburu-buru, namun semua terselesaikan.”

Selamat bertualang.


Lebih baru Lebih lama