Ingatkan Sejarah dan Edukasi AWG Gelar Maqdisy Heroes Long March Vol. 02 di Lapangan Banteng ‎ ‎JAKARTA – Guna

 


BASHIRAHNEWS.COM, JAKARTA – Guna merekatkan ingatan kolektif masyarakat terhadap tragedi kemanusiaan di Palestina serta menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda, Aqsa Working Group (AWG) menggelar aksi jalan kaki kemanusiaan bertajuk "Maqdisy Heroes Long March Vol. 02".

‎Acara yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (16/5/2026) ini mengusung tema besar "Mengenang Nakba dan Belajar dari Gaza yang Tak Pernah Menyerah".

 Melalui tema tersebut, penyelenggara ingin menegaskan bahwa peristiwa Nakba (tragedi pengusiran bangsa Palestina sejak 1948) bukan sekadar catatan sejarah, melainkan tragedi yang polanya masih berlangsung hingga saat ini.

‎Menolak Lupa Tragedi Nakba dan Penjajahan

‎Alasan mendasar di balik pelaksanaan long march ini adalah keprihatinan atas situasi di Palestina yang kian memprihatinkan, di mana anak-anak dan warga sipil terus menjadi korban. AWG menilai perlunya sebuah gerakan konsisten untuk menjaga agar isu Palestina tidak tenggelam dari perhatian publik Indonesia.

Hal ini dipertegas oleh Anisa Theresia, aktivis kemanusiaan sekaligus peserta aksi. Dalam wawancaranya, ia menyampaikan bahwa “Ini adalah ikhtiar kita untuk terus menjaga ingatan, merawat kepedulian kepada saudara-saudara kita, serta menyampaikan pesan para pendahulu negeri ini untuk terus bersama Palestina sampai Palestina merdeka,” ujar Anisa.

‎Anisa menambahkan bahwa program Maqdisy Talent dalam long march ini menjadi wadah pencarian bakat bagi remaja yang peduli terhadap isu Palestina. 

Melalui karya dan kreasi, generasi muda didorong untuk berani menyuarakan pembebasan Baitul Maqdis.

Edukasi Sejak Dini Melalui Aksi Nyata

‎Selain sebagai bentuk protes terhadap penjajahan, agenda ini sengaja dirancang ramah keluarga agar bisa menjadi sarana edukasi bagi anak-anak. Hal ini diakui oleh Ummi Elis Layla Hidayah, salah satu peserta yang hadir jauh-jauh dari Al Fatah Cikampek.

‎Bagi Elis, membawa anak-anak ke acara seperti ini adalah langkah konkret untuk menanamkan kecintaan terhadap Masjidil Aqsa sejak dini, sekaligus mengirimkan pesan moral kepada anak-anak di Gaza bahwa mereka tidak berjuang sendirian.

‎ "Sepertinya hal sepele ya, jalan keliling, teriak-teriak yel-yel. Tapi ini adalah bentuk kita dalam berdiri membela Al-Aqsa. Ini menjadi wadah untuk mempublikasikan, menyiarkan kabar Palestina kepada seluruh dunia dan masyarakat," ungkap Elis penuh semangat.

‎Rangkaian Kegiatan 

‎Aksi yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini diikuti oleh ratusan peserta yang kompak mengenakan pakaian olahraga dipadu dengan atribut keffiyeh. 

‎Rangkaian acara tidak hanya berupa gerak jalan bersama para tokoh Maqdisy Leader dan influencer, tetapi juga diisi dengan aktivitas seni serta sesi story telling sejarah Nakba oleh Tim Maqdisy. Tujuannya agar peserta, terutama anak-anak, memahami akar sejarah konflik Palestina.

‎Aksi damai ini ditutup menjelang siang di Halaman Masjid Istiqlal dengan agenda muhasabah bersama, makan siang, serta aksi jagajakarta (jaga kebersihan ibu kota). [Bahrul Ikhsan. A]

Lebih baru Lebih lama